Batam (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi akan membangun Kampus Patriot di Rempang sebagai upaya melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendampingi masyarakat lokal dalam transformasi wilayah relokasi Tanjung Banun, Batam, Kepulauan Riau.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan, kampus ini akan menjadi kampus lapangan dengan metode pembelajaran jarak jauh.

“Kami akan membuka beasiswa S2 dan S3 bagi pemuda Indonesia terdaftar di universitas unggulan, namun mereka akan berkuliah langsung di sini (Rempang),” kata dia di Batam, Selasa.

Ia mengatakan bahwa hingga kini jumlahnya sedang dihitung, dengan kemungkinan 200 sampai 300 orang.

Baca juga: Mentrans komitmen ciptakan lapangan kerja bagi warga relokasi Rempang

“Kami ingin mereka hadir di sini, tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat. Jadi setelah selesai belajar dalam kelas secara jarak jauh, bisa bersama masyarakat dan berinovasi dalam transformasi wilayah relokasi ini,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa konsep Kampus Patriot akan diterapkan di tiga daerah lain, yakni Sulawesi Barat, Papua Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Sebelum para penerima beasiswa datang, Iftitah mengatakan pada akhir Agustus tahun ini akan hadir 70 peneliti yang terdiri dari 14 tim.

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.