Hindari konsumsi "si manis" saat sahur

Hindari konsumsi "si manis" saat sahur

ilustrasi Pedagang menata semangka di Pasar Induk Sayur Buah Kramat Jati, Jakarta, Selasa (15/6). Memasuki bulan puasa komoditas sayur - buah di Pasar Induk Kramat Jati seperti cabe rawit, cabe merah besar, cabe hijau, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikkan antara Rp1000 - 3000 per kg, sementara buah-buahan naik antara Rp3000 - 5000 per kg, terjadi pada komoditas melon, semangka, mangga, jeruk. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta (ANTARA News) - Jika saat berbuka kita disarankan mengonsumsi makanan manis untuk mengembalikan kadar gula darah ke titik normal, maka saat sahur makanan dan minuman manis justru perlu dihindari.

"Jangan meminum atau memakan makanan manis. Saat pagi, kadar gula langsung turun akibatnya muncul rasa lapar dan hipoglisemia," ujar spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS.Sp.GK, dalam kampanye "Awali dengan Kiwi" di Jakarta, Selasa.

Dia menyarankan, supaya rasa kenyang bertahan lebih lama sebaiknya konsumsilah makanan yang mengandung tinggi serat, di antaranya buah-buahan dan sayuran.

Buah selain mengandung serat juga memiliki indeks glikemik rendah sehingga akan membantu menjaga kadar glukosa darah lebih stabil. Hal ini akan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Fiastuti menambahkan, saat sahur sebaiknya konsumsi juga makanan mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, kentang atau bihun. Kemudian, protein hewani dan nabati, lemak, serta susu.

"Juga air minum tiga gelas sebelum imsak," tambah dia.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Ekspor komoditas pertanian Sumbar 2019 capai Rp4,049 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar