Rehabilitasi medik agar stroke tak tinggalkan kecacatan

Rehabilitasi medik agar stroke tak tinggalkan kecacatan

Ilustrasi. Seorang wanita yang menderita stroke dibantu keluarganya melakukan terapi pasir laut di pantai Syiah Kuala, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (4/3). Warga menyakini pasir pantai mengandung mineral dan zat iodium yang dapat membantu pengobatan beberapa jenis penyakit dan melancarkan peredaran darah dengan cara menanam bagian tubuh di dalam pasir. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Jika faktor resiko tidak ditangani, stroke bisa kembali lagi."
Jakarta (ANTARA News) - Ahli kesehatan mengatakan, penderita stroke perlu segera melakukan rehabilitasi medik pascastroke agar kecacatan tetap akibat penyakit ini dapat terhindari.

"Stroke itu seperti tsunami, meninggalkan bekas-bekas (kecacatan)," kata Spesialis Saraf RSPI-Pondok Indah, dr. Rubiana Nurhayati,Sp.S, di Jakarta, Rabu.

Dia mengungkapkan, rehabilitasi medik pascastoke disesuaikan dengan cacat yang diderita pasien. Jika stroke meninggalkan cacat pada area bicara, maka pasien dilatih bicara. Jika yang terkena anggota gerak, maka dilakukan okupasi terapi.

Menurut Rubiana, pulihnya penderita stroke bergantung pada luasnya kerusakan atau kecacatan yang diderita.

"Kalau angkanya nol (semakin tinggi yakni angka lima maka penderita semakin mudah pulih), kemungkinan sembuh lebih sulit, karena terjadi penyumbatan yang lebih besar," tutur Rubiana.

"Yang penting semangat," tambah dia. Dia menambahkan, seiring melakukan rehabilitasi medik, penderita juga perlu menangani faktor risiko yang memunculkan stroke seperti hipertensi dan diabetes melitus.

"Jika faktor resiko tidak ditangani, stroke bisa kembali lagi," tambah dia.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Metode cuci otak harus dikaji dan difasilitasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar