Presiden optimistis timah Indonesia kembali berjaya

Presiden optimistis timah Indonesia kembali berjaya

Foto udara areal bekas penambangan dan areal hutan PulauBelitung yang rusak akibat perambahan hutan untuk penambangan timah di Kepulauan Beltung, Provinsi Bangka Belitung. (FOTO ANTARA/Teresia May)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo optimistis produk timah Indonesia akan berjaya kembali di pasar dunia dengan berbagai langkah yang diperlukan.

"Saya optimis kejayaan timah RI akan kita kembalikan dengan catatan-catatan," kata Presiden Joko Widodo ketika membuka rapat terbatas membahas masalah timah di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

Selain Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri seperti Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri ESDM Sudirman Said, hadir dalam rapat itu Gubernur Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi.

Presiden mengakui saat ini harga timah dunia turun karena stok melimpah dan adanya ekspor timah dari penambangan secara ilegal.

Menurut dia, masalah tersebut harus diselesaikan sehingga harga timah bersaing lagi.

Presiden menyebutkan telah melakukan kunjungan ke Babel sebagai daerah penghasil timah.

"Saya lihat penambangan timah di laut dan darat, juga tambang rakyat," kata Presiden.

Ia memperkirakan masalah timah hanya masalah manajemen oleh pihak yang berkepentingan.

"Ini saya kira hanya masalah manajemen baik oleh gubernur, PT Timah, dan plasma," kata Kepala Negara.

Menurut Presiden, kalau berbagai masalah dapat diselesaikan terutama penambangan ilegal maka timah Indonesia akan kembali mencapai kejayaan.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Babel pada 20-21 Juni 2015. Dalam kunjungan kerja itu, Presiden meninjau industri peleburan bahan baku menjadi timah dan mengunjungi tambang timah rakyat.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Pekerja tambang, target utama peredaran narkoba di Babel

Komentar