Museum Mahanandi Surabaya koleksi koin Majapahit

Museum Mahanandi Surabaya koleksi koin Majapahit

Perawatan Candi Ngetos Terkendala Peralatan Juru kunci Candi Ngetos, Aris, saat membersihkan jamur di dinding batu bata candi yang dibuat pada abad XV zaman kerajaan Majapahit, yang terdapat di Desa Ngetos, Ngetos, Nganjuk, Jawa timur, Selasa (1/4). (ANTARA FOTO/Rudi Mulya)

Surabaya (ANTARA News) - Museum Mahanandi di Jalan Raya Jemursari 85-B, Surabaya, mengoleksi koin, patung Dewi Tara (Dewi Sri), dan potongan gerabah peninggalan Majapahit yang ditemukan di kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

"Selain mengumpulkan semua harta gereja, saya juga mengoleksi beberapa peninggalan agama Hindu dari zaman Majapahit," kata pendiri Museum Mahanandi, Johan Yan, di Surabaya, Kamis.

Penerima penghargaan gelar pangeran kehormatan dari Pakubuwono XIII Solo dalam bidang kebudayaan (2012) itu mengaku patung Dewi Tara (Dewi Sri) dan potongan gerabah peninggalan Majapahit yang ditemukan erat dengan kaitan datangnya Islam.

"Patung Dewi Tara yang terbuat dari perpaduan perunggu dan emas itu kami temukan dimasukkan dalam sumur di kawasan dekat Candi Brahu Trowulan yang dilengkapi sesaji. Patung itu dimasukkan ke dalam sumur untuk diselamatkan, karena Islam masuk setelah Majapahit runtuh," katanya,

Bahkan, gerabah yang merupakan lambang-lambang sapi, babi, manusia pun terlihat kepala dan badannya terputus, karena Islam memang melarang tindakan kultus kepada binatang dan patung secara berlebihan.

"Gerabah yang merupakan potongan patung sapi, babi, manusia, dan sebagainya itu kami temukan di lahan tebu dan pembuatan batu bata, ternyata di dalamnya banyak gerabah peninggalan Majapahit yang akhirnya kami sambung dengan melihat buku barang peninggalan abad 13-14," katanya.

Menurut motivator budaya yang juga pendiri perusahaan motivasi PT Total Quality (Surabaya-Jakarta-Singapura) itu, pihaknya juga menemukan koin peninggalan Majapahit yang terbuat dari perak dan tembaga yang diikat dengan tali dalam jumlah tertentu.

"Koin itu masih sering digunakan upacara Ngaben sebagai bekal uang untuk mereka yang meninggal dunia, tapi koin yang dipakai Ngaben itu umumnya tidak asli karena terbuat dari bahan yang bukan perak dan tembaga," katanya.

Selain itu, ada patung Durga Mahisasuramardhini dari Abad ke-8 yang merupakan perwujudan Dewi Parwati (istri Maha Dewa) dan ada juga patung Dewi Tara (Dewi Sri).

Penerima anugerah kehormatan 10 orang berpengaruh di bidang budaya di Indonesia atau The Outstanding Young Persons (TOYP) oleh Junior Chamber International atau JCI (2012) itu menjelaskan koleksi lain yang dimiliki adalah peninggalan Kristiani dari negara Barat.

"Peninggalan Kristiani itu antara lain Manuskrip Perkamen Al-Kitab dengan Bahasa Semit Geez. Bahasa Semit Geez merupakan manuskrip Al-Kitab yang sangat kuno yang ditulis tangan dalam bahasa yang saat ini sudah punah dengan cover dari pelepah kayu. Itu manuskrip bergambar tertua di dunia dengan media Perkamen," katanya.

Pewarta: Edy M Yakub
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar