Jakarta (ANTARA) - Merek kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China mendominasi pasar EV Indonesia pada periode Januari-Juli, menurut data yang dirilis pada Rabu (13/8) oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Pabrikan mobil China BYD memimpin pasar dalam tujuh bulan pertama 2025, dengan penjualan mencapai 16.427 unit. Kinerja kuatnya didukung oleh model-model populer seperti M6, Sealion 7, Atto 3, Seal, dan Dolphin. Pada akhir Juli, BYD meluncurkan mobil kota terbarunya, Atto 1, di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, yang menarik perhatian dengan harga mulai dari Rp195 juta.
Di posisi kedua adalah submerek premium BYD Group, Denza, dengan penjualan 6.256 unit, disusul oleh produsen China Wuling dengan 6.210 unit. Chery menempati posisi keempat dengan 5.196 unit serta Aion berada di posisi kelima dengan 3.126 unit.
Secara keseluruhan, penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai 42.178 unit pada periode Januari-Juli, hampir menyamai total penjualan tahunan pada 2024 sebesar 43.188 unit.
Pemerintah Indonesia berjanji untuk mengurangi emisi karbon dengan beralih dari bahan bakar fosil ke energi bersih.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.