Jakarta (ANTARA News) - Pakar politik yang juga Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI), Prof Miriam Budiardjo, wafat di RS Medistra, Jakarta Pusat, setelah menjalani perawatan selama satu bulan di rumah sakit tersebut akibat penyakit komplikasi pernafasan dan gagal ginjal. Menantu almarhum yang juga sosiolog, Imam P Prasojo, kepada ANTARA News, Senin, mengatakan, Prof Miriam Budiardjo wafat pada hari Senin, pukul 14.10 WIB di RS Medistra Jakarta setelah sempat dirawat di RS tersebut selama sebulan. "Saat ini jenazahnya disemayamkan di rumah keluarga Jalan Proklamasi Nomor 37 Jakarta Pusat," katanya. Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Giritama, Tonjong, Parung, Bogor pada Selasa (9/1) pukul 10.00 WIB. "Jenazah akan diberangkatkan ke Pemakamam Giritama, Tonjong, Parung, Bogor pada Selasa (9/1) pagi," katanya. Sebelumnya dilaporkan, Prof Miriam Budiardjo sempat dirawat di RS yang sama pada November 2006 lalu setelah kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Saat itu, Miriam Budiardjo terpaksa merayakan ulang tahunnya yang ke-83 di RS tersebut. Meski dalam keadaan sakit, almarhum tetap produktivitas dalam menuangkan pikirannya melalui tulisan buku `Aneka Pemikiran Kekuasaan` dan merevisi buku Ilmu Politik cetakan ke-29. Prof Miriam Budiardjo merupakan istri dari tokoh perjuangan RI, H Ali Budiarjo yang sempat menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Penerangan, Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan Linggarjati dengan Belanda, Anggota delegasi RI dalam perundingan dengan Belanda setelah persetujuan Renville, bergabung dengan TNI dalam gerilya, serta sekjen Kementerian Pertahanan. Prof Miriam Budiardjo bertemu dengan suaminya, H Ali Budiardjo semasa revolusi fisik dan memiliki satu anak, yakni, Gitayana Prasodjo.(*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2007