Emil Salim: menjaga kelestarian air tanggung jawab bersama

Emil Salim: menjaga kelestarian air tanggung jawab bersama

ilustrasi--Jatah Air Saat Kemarau. Warga mengantre jatah air di Dusun Legaran Gunung, Jatirunggo, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/7). Selama mengalami kekeringan dua bulan terakhir, warga setempat mendapat jatah air dua jeriken setiap dua hari dari sumur yang dikelola dusun. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Cccc Jakarta (ANTARA News) - PT Aqua Group menggelar sebuah diskusi kelestarian air dan lingkungan menjelang waktu berbuka. Diskusi yang dihadiri sekitar 50 peserta baik dari media dan pemerhati lingkungan itu memiliki tema "Pelestarian air dan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama", diskusi diselenggarakan di Belly Clan Restaurant, Jakarta, Kamis.

Dalam kesempatan itu, tokoh lingkungan hidup Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Profesor Emil Salim menekankan bahwa menjaga kelestarian air dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia.

"Kita semua adalah bagian dari masyarakat yang memiliki peran  dalam melestarikan air dan lingkungan. Misalnya pemerintah mengatur kebijakan, masyarakat merawat, akademisi menyediakan teknologi manajemen lingkungan, media memotivasi gerakan pelestarian sedangkan LSM mengorganisir pemberdayaan masyarakat. Kita tak bisa menerahkan semua tanggung jawab pada satu pihak saja karena masalah air adalah masalah kita semua," kaa Emil.

Senada dengan Emil, arsitek perkotaan sekaligus inisiator Indonesia Berkebun Sigit Kusumawijaya mengatakan kerja sama berbagai pihak sangatlah diperlukan dalam melestarikan air dan lingkungan.

"Salah satu masalah lingkungan adalah banjir yang penyebab utamanya adalah sampah yang diperkirakan mencapai 130.000 ton per hari. Sebesar apa pun usaha aparat menangani banjir, jika masyarakat tetap membuang sampah sembarangan makanmasalah tidak akan bisa diatasi," kata Sigit.

Dalam upayanya melestarikan lingkungan, Indonesia Berkebun yang diinisiasi Sigit berusaha memanfaatkan lahan terlantar untuk dijadikan lagan produktif dengan cara menanam tanaman pangan, sehingga tanah uang tadinya rusak bisa subur kembali dan mampu meresap air hujan dengan cepat sehingga mencegah terjadinya banjir.

Sementara itu, Aqua Group sebagai pihak yang memanfaatkan air mengaku telah melakukan berbagai upaya pelestarian daerah aliran sungai (DAS), di mana pelaksanaannya melibatkan berbgai pihak; pemerintah, LSM, akademisi dan masyarakat.

Diskusi menghadirkan tokoh lingkungan hidup Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Profesor Emil Salim, arsitek perkotaan sekaligus inisiator Indonesia Berkebun Sigit Kusumawijaya, dan Sustainable Development Director PT Tirta Investama (Aqua Group) Karyanto Wibowo.

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar