counter

Presiden minta TNI - Polisi peduli suara kritis rakyat

Presiden minta TNI - Polisi peduli suara kritis rakyat

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Setpres/Rifki)

seorang pemimpin muda harus mampu membawa perubahan di lingkungan tempat bertugas
Semarang (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meminta perwira remaja TNI dan Polri mendengarkan suara kritis masyarakat dan ke depan mampu membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.

"Era reformasi telah membawa masyarakat kita menjadi sedemikian kritis dan terbuka. Menghadapi semuanya itu, seorang pemimpin muda harus mampu membawa perubahan di lingkungan tempat bertugas," kata Presiden Jokowi pada Prasetya TNI dan Pelantikan Perwira Polri di Kampus Akademi Kepolisian, Semarang, Kamis.

Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara pada acara ini dan dalam arahannya Presiden menyatakan, suara-suara kritis masyarakat harus didengar sebagai bahan perbaikan kehidupan bangsa.

Menurut Presiden, para perwira remaja tidak boleh melanggengkan praktik-praktik tidak baik dalam organisasi dan tradisi yang tidak tepat harus ditinggalkan.

"Latih anggota, tingkatkan profesionalisme anggota sehingga saudara akan menjadi pemimpin yang hebat," kata dia.

Presiden mengingatkan, mereka telah melewati fase pendidikan, pembinaan dan pelatihan untuk bertugas sebagai seorang pemimpin dan sebagai pemimpin, para perwira remaja tidak hanya perlu memiliki kompetensi dan integritas pribadi yang unggul dan tangguh, namun juga harus memberikan motivasi dan keteladanan.

Apalagi menurut dia perkembangan dinamika masyarakat seringkali berubah dengan cepat dan tuntutan masyarakat juga semakin tinggi, dan kekuatan media kian dahsyat.

"Mencermati dan menghadapi tantangan tersebut, para perwira remaja harus segera menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan strategis, baik pada lingkup nasional, regional maupun global. Harus cepat tanggap dan mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan masyarakat," kata Jokowi.

Presiden menegaskan, sebagai konsekuensi dari bangsa yang majemuk, berbagai masalah pertahanan dan keamanan pun semakin dinamis dan kompleks yang tidak boleh menjadi sumber konflik karena justru harus saling melengkapi sehingga menjadi perekat bangsa.

Presiden berharap para perwira remaja menampilkan diri sebagai contoh perekat bangsa serta melakukan kerjasama yang harmonis dan sinergis, termasuk saling mendukung dalam melaksanakan tugas masing-masing yang semakin kompleks.

"Jangan justru malah terlibat konflik, mempertahankan ego sektoral masing-masing. Kurangi terjadinya gesekan antar anggota di lapangan, lakukan pengawasan yang ketat danbangun hubungan komunikasi yang baik sertapererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antaraanggota TNI dan Polri," kata Presiden.

Ia menambahkan, sebagai putra putri terpilih yang telah digembleng dan dipersiapkan dengan serius dan sungguh-sungguh, para perwira remaja TNI dan Polri harus memiliki semangat berubah, selalu mendekatkan diri dengan rakyat, pantang menyerah dan rela berkorban demi masyarakat, bangsa dan negara.

Pewarta: Ageng Wibowo L.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Jokowi ke negara-negara Afrika: Indonesia teman terpercaya

Komentar