Di Indonesia ternyata ada 4,1 juta anak terlantar

Di Indonesia ternyata ada 4,1 juta anak terlantar

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Dari 4,1 juta anak itu, merupakan tugas bersama untuk merawat, mengasuh dan mendidiknya. Sebab di antara mereka ada yang tidak diinginkan kelahirannya oleh orang tua mereka,"
Jakarta (ANTARA News) - Di seluruh Indonesia, ternyata terdapat sekurang-kurangnya 4,1 juta jiwa anak terlantar dan 2,8 juta di antaranya masih berusia di bawah lima tahun (balita).

Hal itu disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kala meninjau Rumah Perawatan Ibu dan Anak Matahari Terbit di Surabaya, Jawa Timur, seturut keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

"Dari 4,1 juta anak itu, merupakan tugas bersama untuk merawat, mengasuh dan mendidiknya. Sebab di antara mereka ada yang tidak diinginkan kelahirannya oleh orang tua mereka," kata Khofifah.

Keadaan itu, lanjut Khofifah, seharusnya mendorong koreksi dari semua pihak, karena terdaoat kecenderungan bahwa anak-anak yang diasuh oleh panti bukannya dititipkan oleh orang tua masing-masing melainkan sepenuhnya diserahkan.

Karena kelahiran mereka tidak diinginkan para orang tua segera menyerahkan anak-anak itu untuk diasuh, dirawat dan dididik.

Bahkan terdapat juga kasus sejumlah calon orang tua telah mendaftarkan anak mereka di daftar tunggu untuk diserahkan ke panti asuhan.

Hal itu misalnya terjadi di lembaga pelayanan Bala Keselamatan, yang saat ini sudah menampung sedikitnya 42 anak balita, dan telah mencantumkan dua anak di daftar tunggu menantikan dua siswi SMP melakukan persalinan.

Oleh karena itu, Mensos menilai keadaan tersebut sebagai sebuah ironi mengingat orang tua seharusnya bertanggung jawab untuk mengawal, merawat, mengasuh serta mendidik anak-anak mereka.

Di sisi lain, orang tua dari remaja belasan tahun yang rentan mengalami keadaan serupa juga harus bisa membentengi anak-anak mereka dari hal-hal negatif yang bisa merugikan masa depan masing-masing.

"Semestinya para orang tua mengawasi anak-anak belasan tahun agar terhindar dari hal-hal negatif yang bisa merugikan masa depan mereka," pungkasnya.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar