Pemkab Lampung Utara dikritik karena tak urus makam pahlawan

Pemkab Lampung Utara dikritik karena tak urus makam pahlawan

Pelajar dari berbagai sekolah di Solo tabur bunga dan berdoa berziarah di Taman Makam Pahlawan, Jurug, Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/5/15). (ANTARA FOTO/Maulana Surya)

Kotabumi, Lampung, (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dikritik karena tidak merawat Taman Makam Pahlawan Kotabumi dengan baik.

Wakil Ketua II DPRD Lampung Utara, M Yusrizal, di Kotabumi, Rabu, menyebutkan ada tiga makam pahlawan di TMP Kotabumi yang ambles.

"Jika Dinas Sosial setempat tidak mampu mengurus makam para pahlawan itu, seharusnya dibicarakan dengan kami," katanya.

Tiga makam pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kotabumi yang kondisinya telah ambles, di antaranya makam Patimosastro Utomo, Mayor Rahman Sirait, dan makam Mayor Ibrahim.

"Bangsa yang besar harus menghargai jasa para pahlawannya, itu adalah aset negara, dan kewajiban kita memperhatikannya," katanya.

Menurut dia, makam para pahlawan itu seharusnya dijaga dan dirawat oleh putra putri daerah sebagai penerus kemerdekaan.

"Kami minta Pemkab Lampung Utara memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini," katanya.

Menjelang Peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2015, makam para pahlawan itu harus dirawat kembali, dan perawatannya jangan hanya menjelang peringatan HUT Kemerdekaan saja.

"Kondisi makam para pahlawan itu harus dirawat dan diperbaiki kembali, terutama nama-nama pahlawan di atas nisan yang umumnya sudah tidak bisa dibaca maupun terhapus. Rerumputan harus dibersihkan dari makam dan lampu penerangan ditambah," kata dia.

Secara terpisah, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Lampung Utara Saleh Ahmad, ketika meninjau tiga makam pahlawan yang ambles di Taman Makam Pahlawan Kotabumi, mengaku sedih setelah melihat kondisi ketiga makam pahlawan tersebut.

Dia hanya berharap Pemkab Lampung Utara dapat segera melakukan perbaikan atas amblesnya ketiga makan itu. "Semoga ini cepat diperbaiki," ujarnya pula.

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar