counter

Kawasan Bandara Ngurah Rai aman dari abu vilkanik

Kawasan Bandara Ngurah Rai aman dari abu vilkanik

Bandara Ngurah Rai Tutup Sejumlah warga negara asing menunggu kejelasan penerbangannya di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (22/7). Bandara Ngurah Rai menutup kembali aktivitas semua penerbangan mulai pukul 13:00 Wita karena gangguan debu vulkanik Gunung Raung. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Denpasar (ANTARA News) - Operator Bandar Udara Internasional Ngurah Rali, Bali, menyatakan kawasan udara di bandara setempat telah aman dan kondusif dari sebaran abu vulkanik Gunung Raung yang sempat mengganggu jadwal penerbangan.

General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rali, Trikora Harjo di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu, menjelaskan bandara kembali dibuka karena kawasan udara bandara setempat telah aman dari abu vulkanik.

"Berdasarkan hasil evaluasi kami bersama BMKG dan Otoritas Bandara Wilayah IV serta Air Navigation, saat ini cuaca di bandara sudah kondusif bagi penerbangan," ucapnya.

Menurutnya dari pengamatan instansi terkait sudah kondusifnya kawasan udara di bandara setempat diprediksi hingga pukul 24.00 Wita.

Pihaknya bersama instansi terkait lainnya khususnya BMKG akan terus memantau pergerakan abu vulkanik agar bisa mengantisipasi langkah yang bisa diambil untuk memastikan penerbangan yang aman.

Pada Sabtu pagi, Angkasa Pura I selaku operator bandara kembali menutup operasional penerbangan dengan diterbitkannya "Notice to Airmen" (Notam) dengan nomor A1661/15.

Penutupan itu berlangsung mulai pukul 06.30 Wita hingga diprediksi pukul 12.00 Wita.

Namun berdasarkan rekomendasi BMKG, bandara akhirnya kembali dibuka pukul 10.30 Wita karena kawasan udara dinilai telah aman dari sebaran abu vulkanik.

Akibat penutupan sementara itu, puluhan jadwal penerbangan baik domestik dan mancanegara terganggu dan membuat ribuan calon penumpang tertahan.

Selain ada dua penerbangan domestik dari Jakarta dan dua penerbangan internasional dari kota Nanchang dan Chongqing di Tiongkok gagal mendarat dan dialihkan ke Surabaya.

Pewarta: Dewa Wiguna
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Warga Sekitar Gunung Raung Waspada

Komentar