Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan petani yang terdampak insiden kebocoran pipa milik PT Vale di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, akan mendapatkan kompensasi layak, sebagai bentuk perlindungan atas kerugian usaha tani yang mereka alami.
"Akan ada kompensasi untuk petani oleh perusahaan yang bersangkutan," kata Wamentan ditemui seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.
Mas Dar sapaan akrab Wamentan Sudaryono menjelaskan kebocoran pipa tersebut berdampak pada sekitar 30 hektare sawah di Desa Asuli, Kecamatan Towuti, yang mengalami gagal panen akibat lahan pertanian terendam dan tidak dapat dipanen.
Ia menegaskan penanggulangan awal telah dilakukan, termasuk isolasi lokasi kebocoran, sehingga tidak menimbulkan kerusakan tambahan.
Baca juga: DLH Lutim perkuat koordinasi identifikasi dampak minyak Vale
Menurutnya, PT Vale telah menyatakan komitmen memberikan ganti rugi kepada petani yang lahannya terdampak, meski Wamentan belum mengetahui berapa besaran kompensasi tersebut.
"Intinya kalau angkanya berapa kami akan cek lagi, yang pasti kita harus pastikan bahwa everybody happy lah," ujarnya.
Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah juga segera turun langsung melakukan koordinasi, guna memastikan hak-hak petani terpenuhi dan proses kompensasi berjalan cepat sesuai harapan masyarakat yang terdampak.
"Nanti kami cek, yang jelas tugas kami dari kementerian kita juga koordinasi dengan pemerintah daerah tentunya memastikan bahwa yang terdampak mendapatkan apa yang menjadi haknya itu, itu yang paling utama sih," tuturnya.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.