Makassar (ANTARA News) - Sejumlah anggota Pramuka kwartir Cabang Makassar dibantu Relawan PMI Makassar dan Marinir TNI Angkatan Laut membersihkan sampah di pinggir laut Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kegitan ini sebagai partisipasi aksi sosial kepada masyarakat. Selain itu memberi contoh kepada pengunjung Losari agar tidak membuang sampah sembarangan, termasuk di laut," kata Wakil Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal MI, Minggu.

Menurut dia gerakan bersih-bersih laut ini merupakan rangkaian Hari Pramuka jatuh pada 14 Agustus 2015 sebagai bagian dari kepedulian untuk menciptakan sinergitas antara masyarakat dengan gerakan pramuka.

"Pramuka sebagai pioner dalam aspek sosial masyarakat dengan perannya membangkitkan semangat untuk terus mendedikasikan ilmunya bagi negara dan bangsa," ujar Wakil Majelis Pembimbing Pramuka Kwartir Makassar ini.

Sementara Sekertaris Kwartir Pramuka Makassar Aswis Baduwi pada kesempatan itu menambahkan kegiatan aksi pramuka yang dibantu PMI, BPBD Makassar dan Marinir guna membantu Pemerintah Kota Makassar menjalankan program Makassar Tidak Rantasa (MTR).

"Kegiatan sosial memang rutin dilaksanakan, namun kali ini banyak pihak yang membantu termasuk menyediakan kapal-kapal untuk dipakai membersihkan sampah yang ada di laut," paparnya.

Gerakan bersih-bersih ini, kata dia, merupakan bagian dari mengajak masyarakat utamanya pengunjung Pantai Losari agar tidak membuang sampah di laut agar tetap menjaga kebersihannya.

"Gerakan ini memberikan contoh kepada pengujung agar mau meningalkan kebiasaan atau perilaku membuang sampah di laut. Mudah muudahan gerakan ini masyarakat akan sadar atas perilakunya," ujarnya.

Sedangkan guru pembimbing Pramuka SMA Hangtuah Eva Setia Hani mengatakan menerjunkan sebanyak 35 siswanya membatu membesihkan sampah di sekitar Pantai Losari untuk mendukung aksi tersebut.

"Kami peduli maka kami turun untuk membantu, ini menjadi rutinitas kami membuat kegiatan sosial dengan bergabung dengan tim lain," tambah Wakasek Kesiswaan itu kepada wartawan.

Berdasarkan pantauan sebanyak delapan kapal yang diterjunkan, tiga diantaranya kapal karet dari BPBD dan Marinir selebihnya kapal kayu digunakan untuk membersihkan dan mengangkut sampah yang ditampung pada kantong sampah yang dikumpulkan bersebaran di pinggir laut dan wilayah Pantai Losari tersebut.

Pewarta: Darwin Fatir
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015