Shenyang (ANTARA) - Sirene meraung dan lonceng berdentang di China timur laut pada Kamis (18/9) untuk memperingati 94 tahun Insiden 18 September, yang menandai dimulainya perang perlawanan rakyat China melawan agresi Jepang.

Ratusan orang, termasuk para veteran dan kerabat mereka, berkumpul di alun-alun Museum Sejarah 9.18 di Shenyang, ibu kota Provinsi Liaoning, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang bertempur dalam Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang.

Tepat pukul 09.18, 14 perwakilan dari berbagai sektor membunyikan lonceng besar sebanyak 14 kali, yang melambangkan 14 tahun perjuangan pahit melawan penjajah Jepang.

Di seluruh penjuru kota, sirene serangan udara dan klakson kendaraan bergema selama tiga menit, sementara para pejalan kaki menghentikan langkah untuk mengheningkan cipta.

Sejak 1995, Shenyang membunyikan alarm serangan udara setiap tahunnya untuk memperingati Insiden 18 September.

Pada 18 September 1931, pasukan Jepang meledakkan salah satu seksi jalur kereta yang mereka kuasai di dekat Shenyang dan menuduh pasukan China melakukan sabotase sebagai dalih untuk serangan mereka terhadap barak-barak di dekat Shenyang setelahnya pada malam itu, yang menandai dimulainya invasi terencana ke China.


Penerjemah: Xinhua
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.