Walau terbanyak kursi DPRD Samarinda, Golkar batal usung calon

Walau terbanyak kursi DPRD Samarinda, Golkar batal usung calon

Ketua Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie berjabat tangan dengan Ketua Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono (kanan) disaksikan Wapres yang juga Ketua Golkar periode 2004-2009 Jusuf Kalla sebelum penandatanganan islah terbatas Golkar di Rumah Dinas Wapres Jakarta, Sabtu (11/7/15). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Samarinda (ANTARA News) - Partai Golkar batal mengusung pasangan calon pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Samarinda tahun ini, padahal menjadi peraih kursi terbanyak  DPRD kota ini dengan sembilan kursi.

Pada hari terakhir masa perpanjangan pendaftaran tahap kedua di KPU Kota Samarinda, Selasa, sejumlah pengurus DPD II Partai Golkar Samarinda, Partai Gerindra dan PAN yang menjadi koalisinya terlihat hadir, namun mereka ternyata hanya memantau perkembangan Pilkada di Samarinda, bukan untuk mendaftarkan calonnya.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Samarinda kubu Aburizal Bakrie, Sutamsis, menjelaskan Golkar dan koalisi partai pengusung Jaffar Abdul Gaffar-Dayang Donna Faroek sebenarnya ingin mendaftarkan calonnya ke KPU.

Namun, karena Jaffar Abdul Gaffar tidak bisa hadir di KPU, Partai Golkar dan koalisinya memutuskan tidak mendaftarkan mereka.

"Berkas sudah lengkap, tapi salah satu calon kami tidak bisa hadir, padahal kehadirannya merupakan salah satu persyaratan, makanya kami memilih tidak mendaftarkan calon," jelas Sutamsis dalam jumpa pers.

Ketua DPW PAN Kota Samarinda Helmi Hasibuan menambahkan sejak pukul 14.00 WITA, kader partainya telah hadir di sekitar kantor KPU Samarinda, menunggu kehadiran pasangan itu mendaftarkan diri, dan ternyata yang hadir cuma Dayang Donna Faroek.

"Kami hanya menunggu kesiapan kandidat, karena berkas sudah siap semua. Sekarang apa yang mau didaftarkan kalau calonnya tidak ada," jelas Helmi.

Sedangkan Dayang Donna Faroek berkata, "Sampai tadi malam (Senin, 10/8), saya tetap berkeinginan untuk ikut mendaftar ke KPU, makanya hari ini saya hadir di KPU."

Pewarta: Arumanto
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Bawaslu catat 243 pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran pilkada

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar