Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Program Magang Nasional ditujukan untuk seluruh para lulusan baru tanpa melihat status sosial.

"Konsepnya bukan bantuan sosial, tapi ini konsepnya untuk pembukaan lapangan kerja, walaupun itu sifatnya sementara," kata Menaker Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Kementerian Ketenagakerjaan kini tengah menyiapkan platform khusus untuk perusahaan maupun calon peserta magang mendaftar dalam program ini.

Ia menargetkan platform tersebut bisa selesai akhir September 2025, sehingga selanjutnya dapat dilakukan pendaftaran pada Oktober.

Nantinya, lewat platform itu, perusahaan maupun calon peserta magang mendaftar dalam program ini.

"Jadi seperti aplikasi Siap Kerja ya. Bukan (seperti program) Prakerja. Perusahaan juga akan mendaftar dengan mencantumkan detil informasi seperti apa, nanti ada proses pemadanan data, dibantu oleh Kemendiktisaintek, dan kemudian bagaimana kita mendistribusikan 20.000 (kuota calon peserta magang)," kata Yassierli.

Baca juga: Menaker: Anggaran Program Magang Nasional sudah tersedia

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program magang nasional akan dijalankan selama enam bulan, terbagi dalam dua periode masing-masing tiga bulan.

Pemerintah menyiapkan anggaran awal Rp198 miliar untuk menggaji 20.000 lulusan baru yang mengikuti program ini.

"Program ini enam bulan, tiga bulan ini (2025), dan tiga bulan nanti (2026), Januari, Februari, Maret dan kita akan melihat, sesudah itu bisa dilanjutkan," terangnya.

Program Magang Nasional masuk dalam Paket Stimulus Ekonomi 2025 sebagai salah satu dari delapan agenda prioritas pemerintah untuk mempercepat pembangunan nasional.

Skema ini menyasar para lulusan baru atau fresh graduate dengan target 20.000 peserta pada tahun pertama pelaksanaan.

Paket Stimulus Ekonomi 2025 adalah upaya pemerintah untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja.

Stimulus ekonomi ini terdiri dari 8 program akselerasi pada 2025, 4 program lanjutan di 2026, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: Menko PM minta program magang nasional berkelanjutan

Baca juga: Airlangga sebut upah peserta magang nasional ditanggung pemerintah

Baca juga: Program Magang Nasional buka lapangan kerja sekaligus gerakkan ekonomi

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.