counter

Juri MasterChef Asia suka tempe dan sambal

Juri MasterChef Asia suka tempe dan sambal

(Ki-ka) Juri MasterChef Asia: koki Hong Kong Susur Lee, finalis MasterChef Australia kelahiran Singapura Audra Morrice dan koki berbintang tiga Michellin Bruno Ménard saat jumpa media di Jakarta, Rabu (19/8/2015). (ANTARA News/Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA News) - Tempe dan sambal disebut sebagai makanan Indonesia yang menjadi favorit tiga juri kompetisi memasak regional MasterChef Asia, koki Hong Kong Susur Lee, finalis MasterChef Australia kelahiran Singapura Audra Morrice dan koki berbintang tiga Michellin Bruno Ménard.

"Saya suka tempe," kata koki berambut gondrong Susur Lee dalam jumpa media di Jakarta, Rabu.

Koki selebriti yang mengalahkan 20 pesaing dalam Top Chef Masters itu menambahkan masakan Padang dalam daftar hidangan favorit lain dari Indonesia.

Morrice, satu-satunya juri perempuan di MasterChef Asia, menimpali bahwa sambal adalah makanan Indonesia yang tak pernah dia lewatkan. Berbagai makanan yang dicocol dengan sambal Indonesia akan terasa lebih enak katanya.

"Saya juga suka sambal," imbuh Ménard, koki asal Prancis yang lama bekerja di Jepang dan kini tinggal dan mengelola konsultasi kuliner kelas atas di Singapura.

Makanan Asia memiliki tempat tersendiri di hati koki-koki dengan latar belakang berbeda yang menjadi juri dalam kompetisi memasak itu.

Audra Morrice adalah koki yang lahir dari ibu berdarah Tiongkok dan ayah berdarah India. Dia besar dalam keluarga multikultural Singapura.

Sementara bagi Susur Lee, makanan Asia adalah akar yang tak terpisahkan dari selera dan cita rasa masakannya.

Segala padu padan teknik dan cita rasa masakannya selalu dipengaruhi gaya masakan Tiongkok, kampung halamannya.

"Asia itu rumah saya, meski telah menjelajahi banyak tempat, menurut saya makanan Asia paling menginspirasi," imbuh koki yang dikenal dengan masakan fusion, yang menggabungkan gaya berbeda dalam satu wadah.

Dan meski lahir di Prancis, Menard menghabiskan waktu bertahun-tahun di Jepang dan Singapura. Dia mengatakan bahwa orang-orang Asia mencintai dan selalu ingin menemukan makanan baru.

"Saya terpesona melihat ragam jajanan di Indonesia," imbuh Menard.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar