Klungkung (ANTARA) - Bali sebagai surga wisata budaya menyimpan potensi besar di pulau-pulau kecil sekitarnya.

Di daratan terpisah ada Nusa Penida, pulau di wilayah administrasi Kabupaten Klungkung berukuran 202 kilometer persegi yang dicintai karena eksotisnya pantai di balik tebing-tebing raksasa.

Wisatawan yang datang bisa menghabiskan hari dengan mendatangi satu per satu pantainya, beberapa yang tak pernah sepi seperti Pantai Kelingking, Pantai Broken, dan Pantai Diamond.

Seolah tak ingin pariwisata berhenti di sana, sebuah gagasan besar lahir dari seniman patung Bali I Ketut Putrayasa yang ingin setidaknya ada satu ikon Nusa Penida yang berdiri kokoh di antara pantai-pantai bertebing.

Setelah mengkaji sejumlah titik, diputuskan ikon tersebut dibangun di antara Pantai Broken dan Pantai Kelingking. Di sana ada sebuah tebing yang belum dikenal wisatawan namun memiliki peluang untuk menjadi wahana baru tak kalah seru.

Untuk ke sana, akses jalan aspal dapat dilalui dari Pantai Kelingking, sementara dari Pantai Broken ada jalan terjal yang sulit tapi bisa ditempuh dalam waktu yang lebih singkat.

Dari kejauhan akan nampak ikon baru berwarna cokelat dan perjalanan naik turun bebukitan akan terbayar tepat setelah melihat patung besar dari anyaman lebih dekat.

Baca juga: BKSDA Bali lepas liarkan tiga ekor elang paria di Nusa Penida

Pemandangan jarak jauh instalasi seni anyaman bambu The Octopus Queen karya seniman Bali I Ketut Putrayasa di Nusa Penida, Klungkung. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.