potensi kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut mencapai Rp120 miliar
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan finalisasi perhitungan kerugian negara di kasus dugaan korupsi proyek dalam proyek kerja sama pengadaan komputer dan laptop di PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau INTI (Persero) tahun 2017-2018.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan klarifikasi dilakukan lembaga antirasuah saat memeriksa Direktur PT MBK Natalia Ghozali sebagai saksi kasus tersebut, Senin (29/9).
“Saksi hadir untuk diklarifikasi oleh auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam rangka finalisasi perhitungan kerugian negara yang timbul pada perkara tersebut,” ujar Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.
Baca juga: KPK sita deposito Rp6,4 miliar terkait korupsi PT INTI
Sebelumnya, pada 29 Oktober 2024, KPK mengumumkan telah memulai penyidikan kasus dugaan korupsi di PT INTI (Persero).
KPK pada saat itu juga mengatakan belum ada tersangka yang ditetapkan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan komputer dan laptop tersebut.
Adapun KPK untuk sementara memperkirakan potensi kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut mencapai Rp120 miliar.
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.