Menperin apresiasi peresmian pabrik bumbu masak Unilever

Menperin apresiasi peresmian pabrik bumbu masak Unilever

Menteri Perindustrian, Saleh Husin (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Saya mengharapkan agar industri makanan-minuman terus memberikan kontribusi positif dan PT Unilever bisa meningkatkan investasinya tidak hanya di bidang makanan dan minuman, tetapi juga industri lainnya,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perindustrian Saleh Husin, mengapresiasi peresmian pabrik bumbu masak baru oleh PT Unilever Indonesia di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, guna mendorong pengembangan dan pertumbuhan industri dalam negeri.

"Saya mengharapkan agar industri makanan-minuman terus memberikan kontribusi positif dan PT Unilever bisa meningkatkan investasinya tidak hanya di bidang makanan dan minuman, tetapi juga industri lainnya," kata Saleh Husin melalui pernyataan resminya di Jakarta, Kamis.

Selain untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia, pabrik berkapasitas produksi sebesar Rp7 miliar buah per tahun untuk produk Royco dan Bango ini, juga akan memenuhi permintaan ekspor ke beberapa negara di Asia, Eropa dan Afrika di waktu mendatang.

Selain itu, pabrik seluas 63.000 meter persegi ini merupakan investasi sebesar Rp820 miliar dari investasi total yang ditanamkan Unilever selama lima tahun terakhir sebesar Rp8,5 triliun.

"Kami percaya bumbu masak Royco dan Bango ini bisa memperkuat investasi kami di negara yang memiliki potensi dan pertumbuhan ekonomi yang baik, seperti Indonesia serta bisa memberi manfaat untuk masyarakat," kata Kepala Pasokan Unilever Pier Luigi Sigismondi.

Pier mengatakan pabrik bumbu masak ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri di tengah berbagai tantangan dunia, seperti harga komoditas yang fluktuatif, turunnya nilai mata uang terhadap dolar Amerika, dan melemahnya pasar.

Saat ini, Unilever telah mengembangkan 31.000 petani kedelai hitam dan gula kepada sebagai pemasok bahan baku kecap Bango dan menargetkan secara global pada 2020 untuk meningkatkan mata pencaharian 500 ribu orang dalam rantai pasokan.

Demi menjaga lingkungan, pabrik baru ini juga diterapkan teknologi ramah lingkungan yang bisa menghemat penggunaan energi, air dan bahan baku, yakni mengurangi 70 persen penggunaan air, mengurangi emisi karbon sebanyak 30 persen, dan penerapan "zero waste" pada tempat pembuangan akhir.

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Kadin nilai investasi di sektor pangan masih minim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar