counter

Gubernur: kondisi hutan mangrove Gorontalo sangat memprihatinkan

Gubernur: kondisi hutan mangrove Gorontalo sangat memprihatinkan

Sejumlah warga menebang tanaman Bakau untuk membuka lahan tambak ikan di desa karangsong, Indramayu, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)

Gorontalo (ANTARA News) - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan saat ini kondisi hutan mangrove di daerahnya sangat memprihatinkan karena banyak yang mengalami kerusakan.

"Kita harus serius untuk menyelamatkan hutan mangrove yang kian hari makin mengalami kerusakan," kata Rusli, Sabtu.

Dia menjelaskan, saat ini luas hutan mangrove di seluruh wilayah Provinsi Gorontali diperkirakan sekitar 5.867, 25 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Boalemo serta Kabupaten Pohuwato.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan saat ini sekitar 1.000 hektar sudah mengalami kerusakan, degradasi dan sudah dijadikan tambak oleh masyarakat.

"Masyarakat kurang peduli dengan kondisi hutan mangrove, sebab dengan seenaknya membabat untuk dijadikan tambak ikan bandeng dan udang," Kata Rusli.

Menurut dia, pemerintah dan berbagai komponen masyarakat harus segera melakukan langkah konkrit untuk menyelamatkan hutan mangrove tersebut, jangan sampai kondisinya makin parah.

Dia menjelaskan, hutan mangrove sangat bermanfaat bagi masyarakat sebab bisa menahan abrasi pantai, angin kencang, gelombang dan sebagai tempat perkembangbiakan biota laut dan untuk menjaga kestabilan ekosistem darat dan laut.

Upaya yang dilakukan Pemerintah yakni melakukan sosialisasi tentang manfaat dan fungsi hutan mangrove bagi kelangsungan hidup manusia serta program penanaman kembali areal yang sudah usak akibat ulah masyarakat.

"Kami juga akan membuat peraturan daerah baik melalui pemerintah provinsi serta kabupaten, untuk menindak tegas pelaku pengrrusakan dan juga yang mengalih fungsikan," kata Rusli.

Dia menambahkan, mulai saat ini harus aksi nyata dari seluruh komponen untuk penyelamatan hutan mangrove, serta mencari solusi berbagai persoalan yang menimbulkan terjadinya pembabatan dan alih fungsi.

Pewarta: M.F.Said
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Setengah dari luas hutan mangrove di Sumbar kritis dan rusak

Komentar