Nama Indonesia, terutama Presiden Prabowo Subianto sepertinya tengah naik daun. Presiden sejak resmi menjabat, memang sangat aktif melaksanakan diplomasi luar negeri

Refleksi di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB

Indonesia tidak hanya hadir selama dua hari pada rangkaian Pekan Tingkat Tinggi SMU PBB. Hampir satu minggu, Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Sugiono beserta jajarannya, disibukkan dengan beragam agenda PBB maupun aneka pertemuan lainnya yang digelar di sela-sela sidang tahunan itu.

Nama Indonesia, terutama Presiden Prabowo Subianto sepertinya tengah naik daun. Presiden sejak resmi menjabat, memang sangat aktif melaksanakan diplomasi luar negeri.

Tak heran, jika Indonesia menerima sekitar 258 tawaran pertemuan selama sesi Pekan Tingkat Tinggi sidang PBB yang berlangsung pada 22-27 September. Namun, setelah mengurasi dengan menimbang sejumlah hal seperti prioritas dan lokasi pertemuan, maka Kementerian Luar Negeri memilih untuk menjalankan sekitar 200 pertemuan saja.

Menlu Sugiono di antaranya menghadiri pertemuan yang menandatangani Deklarasi Pelindungan Pekerja Kemanusiaan, pertemuan untuk membahas Gaza setelah upaya perdamaian terwujud, pertemuan dengan G20, UNRWA, hingga BRICS. Pejabat Kemlu juga menghadiri pertemuan dengan G77 dengan OKI.

Menteri Luar Negeri Sugiono (tengah, atas) saat berbicara pada 'Annual Ministerial Meeting on UNRWA' yang berlangsung di sela Sidang ke-80 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (25/9/2025). (ANTARA/Kuntum Riswan)

Sejumlah pertemuan bilateral dengan Ekuador, Angola, Venezuela, Honduras, hingga Maladewa juga terjadi.

Menlu Sugiono merefleksikan kehadiran Indonesia di Markas Besar PBB itu sebagai momentum untuk memperkuat diplomasi yang ingin menjadi sahabat bagi semua negara.

Merujuk pada prinsip Presiden Prabowo “seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” Sugiono menekankan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip bahwa kita ingin menjadi sahabat dan teman bagi semuanya dan tidak ingin punya musuh.

Baca juga: Netanyahu bahas Presiden Indonesia di PBB, Menlu tegaskan sikap RI

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.