Memenangkan laga adalah tujuan paripurna sebuah kompetisi, apalagi Indonesia sudah terlalu jauh melangkah, dan terlalu sayang untuk berakhir sampai di sini.

Wajib menang

Kini bergantung pada Patrick Kluivert bagaimana dia memanfaatkan betul aset-aset dan imbuhan-imbuhan penting ini, selain mengelola dengan baik muka-muka lama seperti Rizky Ridho, Justin Hubner, Ricky Kambuaya, dan lainnya.

Kluivert mesti mengelola aset-aset ini menjadi sebuah kekuatan yang bisa membalaskan kekalahan dari Saudi dan sekaligus dua kali kalah dari Irak pada putaran kedua.

Kluivert juga dituntut menggodok untuk kemudian mengubah kekalahan dari Saudi tiga hari lalu menjadi energi besar untuk bangkit guna memelihara asa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Jika melihat cara Indonesia bangkit setelah dikalahkan Australia pada 20 Maret silam, untuk bangkit mengalahkan Bahrain dan China pada putaran ketiga lalu, Kluivert adalah pembelajar yang baik yang akan segera mengoreksi kekeliruan yang dibuat pada laga sebelumnya.

Dan mengoreksi kekeliruan, entah itu dalam pemilihan pemain maupun formasi tim, akan menjadi bagian paling menarik dari cara Kluivert memperlakukan laga melawan Irak.

Memenangkan laga adalah tujuan paripurna sebuah kompetisi, apalagi Indonesia sudah terlalu jauh melangkah, dan terlalu sayang untuk berakhir sampai di sini.

Tetapi hasil seri, dengan catatan Saudi mengalahkan Irak dalam margin lebih besar ketimbang saat mengalahkan Indonesia, masih bisa membuat Indonesia terus bertualang dalam memburu tiket putaran final Piala Dunia 2026.

Lolos otomatis sudah tentu membuat seluruh negeri dimabuk euforia. Tapi kalaupun harus finis sebagai runner up, tetap jauh lebih baik ketimbang mengakhiri petualangan terlalu cepat.

Jika skenario itu terjadi, maka Garuda akan menghadapi runner up Grup A untuk memperebutkan satu tiket playoff antarbenua.

Di playoff itu, Garuda akan menantang tim-tim Afrika, Amerika Selatan, Oseania, dan Concacaf (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), untuk memperebutkan dua tiket tersisa Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kali diikuti oleh 48 tim.

Terlihat jalan masih sangat panjang. Tapi dapat dipersingkat dengan memenangkan laga melawan Irak dalam margin besar, sambil berharap Saudi kalah tipis dari Irak tiga hari kemudian.

Hasil selain kemenangan akan memupus perjalanan indah Indonesia selama Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ini sungguh momentum dan proyek bagus yang tak selalu datang setiap waktu. Lagi pula sudah terlalu banyak usaha dilakukan, termasuk memanggil anak-anak muda keturunan Indonesia yang bermain di beberapa liga top dunia.

Saatnya memetik hasil bagus dari semua usaha itu. Jangan biarkan momen ini cepat berlalu. Menangkan laga melawan Irak!

Baca juga: Apakah Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Hubner akan main bersamaan lagi?

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.