counter

Startup ProSehat mudahkan pasien cari obat

Startup ProSehat mudahkan pasien cari obat

Founder dan CEO ProSehat, Gregorius Bimantoro, memegang "tiket" untuk mewakili Indonesia di kompetisi Seedstars World global Maret 2016 di Swiss. ProSehat menjadi pemenang Seedstars World Jakarta 2015 yang digelar di Conclave, Jakarta, Minggu (13/9/2015). (ANTARA News/ Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA News) - Startup ProSehat menjadi pemenang Seedstars World Jakarta 2015 yang digelar di Conclave, Jakarta, Minggu, dan akan mewakili Indonesia di kompetisi Seedstars World global Maret 2016 di Swiss.

Berangkat dari keprihatian Gregorius Bimantoro, Founder dan CEO ProSehat, yang melihat healthcare experience di Indonesia masih jauh dari kata "oke", ProSehat menjadi marketplace yang membantu pasien/ konsumen untuk memudahkan mereka mencari dan membeli obat dengan resep online dan isi ulang secara berlangganan.

"Kami memang bergerak di bidang kesehatan karena memang tertariknya di bidang healthcare inovation, dan kami sendiri berangkat dari background profesi medis," kata dia, di Jakarta, Minggu.

"Kejadiannya sering kali obat pasien tidak tersedia di satu apotik dan harus ke apotik lainnya. Kalaupun obatnya ada, pasien harus menunggu lama, padahal yang terpenting untuk orang sakit adalah istirahat," sambung dia.

ProSehat membantu pasien mendapatkan obat setelah bertemu dengan dokter. Setelah mendiagnosa, dokter akan menulis resep dan mengirimnya ke sistem ProSehat. Selanjutnya, obat yang sesuai dengan resep tersebut akan dikirm ke pasien.

"Bertemu dokter tetap harus langsung karena berdasarkan hukum dokter tidak bisa mendiagnosa jarak jauh, yang kami bantu di sini adalah experience O to O-nya," ujar Bima.

"Jadi, bertemu dengan dokter secara offline, kemudian mendapat resep secara online, lalu pengiriman obat," lanjut dia.

Dari segi keamanan, selain pasien yang telah benar-benar bertemu dengan dokter, Bima menjelaskan bahwa ProSehat bekerja sama dengan apotik yang memiliki lisensi. Untuk pengiriman obat, ProSehat mengoptimalkan jaringan apotik, dan akan bekerja sama dengan startup yang bergerak di bidang ekspedisi.

Untuk memperkenalkan ProSehat, Bima menggunakan beberapa channel diantaranya portal tanya jawab masalah kesehatab tanyadok.com dan via sosial media talkshow online HealthTalk, serta menggandeng komunitas perempuan atau ibu-ibu yang peduli dengan kesehatan.

ProSehat juga bekerja sama dengan perhimpunan dokter dan alumni fakultas kedokteran, sehingga Bima mentargetkan dapat merangkul ratusan dokter untuk bergabund di dalamnya startup-nya.

Saat ini, Bima mengatakan ProSehat sedang menyelesaikan Service Level Agreement (SLA) untuk menetapkan berapa lama waktu yang dibutuhkan pasien untuk bisa mendapatkan obat mereka. "Diharapkan di bawah 4 jam, karena kami mempertimbangkan jika obatnya tidak ada di satu apotik harus cari ke apotik lain, atau pesan dari distributor, tapi kalau barangnya tersedia bisa dibawah 4 jam, kalau tempat pasien dekat sejam sudah sampai," kata Bima.

"Bisa layani seluruh Jakarta, untuk target luar Jakarta, akan secara bertahap mulai akhir tahun. Kami akan menyelesaikan produknya dulu yang akan dirilis sebelum akhir tahun ini, mudah-mudahan semuanya lancar," tambah dia.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

BPJS Kesehatan kembangkan pelayanan kesehatan berbasis digital

Komentar