counter

Jarak pandang di Jalinsum sekitar 200 meter

Jarak pandang di Jalinsum sekitar 200 meter

ilustrasi Jadwal Penerbangan Dibatalkan Penumpang berjalan menuju terminal kedatangan Bandara Sultan Thaha, Jambi, Kamis (10/9). Sebanyak 40 penerbangan dari dan menuju Kota Jambi melalui Bandara Sultan Thaha pada Kamis (10/9) dibatalkan akibat tebalnya kabut asap dengan jarak pandang terendah 400 meter. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Jambi (ANTARA News) - Jarak pandang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian timur atau kawasan Sengeti Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Minggu, sekitar 200 meter akibat kabut asap tebal menyelimuti daerah itu.

"Iya kabut asapnya pekat, jarak pandang jadi terbatas hanya berkisar 200 meter," kata seorang pengguna jalan yang hendak menuju Pekan Baru, Provinsi Riau, Renold, ketika ditemui Antara, Minggu.

Memburuknya jarak pandang tersebut membuat para pengguna jalan yang melintasi jalan nasional itu harus menghidupkan lampu kendaraannya dan mengurangi kecepatan.

"Satu-satunya harus mengurangi kecepatan dan harus lebih ekstra lagi mengemudi. Beberapa hari terakhir saya juga melintasi jalan lintas timur ini, tapi kabut asapnya tidak sepekat hari ini," katanya menjelaskan.

"Hari ini beda, kemarin saya lewat jalan lintas timur ini dan masih cerah, kita berharap pelaku pembakaran hutan ditindak tegas," katanya menambahkan.

Pantauan Antara di sepanjang jalan lintas timur, para pengguna jalan baik itu roda dua dan empat harus menghidupkan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan guna menghindari kecelakaan akibat kabut tebal di sepanjang Jalinsum mulai pukul 12.00 WIB.

Sementara itu petugas Pos Jalan Raya KM 35 Muarojambi, Bripka Viki M Tanjung, mengimbau pengguna jalan agar senantiasa mengurangi kecepatan laju kendaraannya.

"Dan juga kita mengimbau pengguna jalan agar menghidupkan lampu utama dan jika mau berhenti juga menghidupkan lampu bertanda hati-hati," katanya Bripka Viki.

Selain itu, lanjutnya, untuk para pengemudi sepeda motor agar selalu mengenakan masker dan menghormati pengguna jalan lainnya, tambahnya.

Pewarta: Dodi Saputra
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Lahan gambut di kawasan Wisata Pasir Padi terbakar

Komentar