Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan kemampuan menulis karya ilmiah yang baik bagi peneliti bukan semata untuk memenuhi persyaratan akademik, namun juga untuk mempermudah penyampaian pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Lestari dalam acara Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat Tahun 2025 bertema Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Semarang, Jawa Tengah.
"Pelatihan penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan BRIN ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan para peneliti dan akademisi, agar ilmu yang mereka miliki dapat diakses oleh masyarakat luas. Apalagi dalam pelatihan ini juga diajarkan bagaimana karya ilmiah bisa diterbitkan di jurnal ilmiah yang ada," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mengungkapkan, beberapa waktu lalu masyarakat sempat dikejutkan dengan maraknya berita para akademisi menerbitkan karya ilmiahnya di jurnal-jurnal predator, demi memenuhi persyaratan akademis
Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat, berbagai upaya untuk mendorong para peneliti dan akademisi agar mampu menerbitkan karya ilmiah mereka di jurnal-jurnal yang terakreditasi baik harus konsisten dilakukan.
Sehingga karya ilmiah yang dihasilkan bisa menjadi dasar dari lahirnya sebuah kebijakan yang bermanfaat.
Ia berharap pelatihan yang diinisiasi oleh BRIN mampu melahirkan peneliti unggul yang memiliki kemampuan menulis karya ilmiah dan mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas.
Pelatihan tersebut juga dihadiri oleh antara lain Peneliti Ahli Utama pada Pusat Riset Kependudukan Prof. Galuh Syahbana Indraprahasta, Ketua Ikatan Alumni UI Jawa Tengah Dr. Cahyo Seftyono, dan para peneliti dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.