Presiden titipkan proyek MRT fase dua ke Bappenas

Presiden titipkan proyek MRT fase dua ke Bappenas

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menhub Ignasius Jonan (kanan), Dirut PT MRT Jakarta Dono Boestami (kedua kiri), Komut PT MRT Jakarta Erry Riyana Hardjapamekas (kedua kanan) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat (kiri) meresmikan Pengoperasian Perdana Mesin Bor Bawah Tanah Antareja di titik Proyek MRT Patung Pemuda, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

nanti akan saya setujui
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo memberi titipan kepada Bapenas dan Kementerian Perhubungan agar kedua lembaga ini segera menindaklanjuti Proyek "Mass Rapid Transit (MRT) Koridor Selatan Utara fase kedua (Bundaran Hotel Indonesia/HI-Kampung Bandan/Kota).

"Saya nitip ke Bappenas dan Menteri Perhubungan ditindaklanjuti progres selanjutnya yang dari HI-Kampung Bandan," kata Presiden saat pidato peresmian pengoperasian mesin bor bawah tanah proyek MRT di Patung Pemuda Jakarta Selatan, Senin.

Presiden juga berharap untuk proyek MRT Koridor Timur-Barat (Cikarang-Baleraja) juga segera ditindaklanjuti agar tidak terlambat sehingga tidak menjadi mahal.

"Yang penting hitungannya dipaparkan, kemudian anggarannya dari mana, itu yang perlu di-meeting-kan," kata Presiden.

Jokowi juga mengatakan proyek MRT itu sudah ditunggu sejak 26 tahun lalu sehingga wajar masyarakat tidak sabar menunggu proyek ini selesai.

Namuan dia mengaku hingga saat ini proyek MRT fase kedua belum dipaparkan kepadanya. "Kalau sudah disampaikan nanti akan saya setujui," katanya saat ditanya wartawan.

Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Dono Boestami mengatakan saat ini masih dalam proses pengadaan konsultan untuk studi dan menyatakan PT MRT bertekada membangun Proyek MRT koridor Timur-Barat yang akan menghubungkan Cikarang hingga Balaraja sepanjang 87 Km.

Terkait masalah proyek MRT ini, Dono meminta pemerintah menyelesaikan masalah anggaran 1,5 miliar dolar AS untuk koridor Selatan-Utara fase satu (Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia) yang berasal dari dana hibah dan dana pinjaman dari pemerintah pusat kepada pemprov DKI Jakarta.

"Kami mohon dapat menyelesaikan perjanjian pinjaman guna menyelesaikan proyek ini, karena kami sangat membutuhkan dana dalam menyelesaikan proyek MRT Lebak Bulus-HI dapat diselesaikan tepat waktu akhir 2018," kata dia.

Dono berharap kelancaran anggaran yang dibutuhkan ini dapat memicu pengerjaan proyek MRT fase kedua (HI-Kota) yang diperkirakan selesai 2020 dan Koridor Timur-Barat yang akan selesai 2025.


Pewarta: Joko Susilo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015

​​​​​​​Integrasi antar moda transportasi untuk efisiensi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar