Paris (ANTARA) - Direktur Museum Louvre Laurence des Cars pada Rabu (22/10) mengakui kegagalan dalam sistem pengawasan eksternal museum tersebut dan mengumumkan serangkaian langkah keamanan baru.

Saat tampil di hadapan Senat Prancis, des Cars mengatakan bahwa cakupan CCTV eksternal museum tidak memadai dan aksi pencurian perhiasan pada Minggu (19/10) itu telah mengungkap beberapa "titik lemah".

"Kami menghadapi kegagalan yang mengerikan di Louvre, dan saya ikut bertanggung jawab atas hal itu," ujarnya, seraya menambahkan bahwa dia sudah mengajukan pengunduran diri, tetapi Menteri Kebudayaan negara itu menolaknya.

Para turis berfoto di depan bangunan Piramida Louvre di Paris, Prancis pada Rabu 22 Oktober 2025 waktu setempat. Museum ini kembali dibuka pada Rabu pagi, tiga hari setelah pencurian perhiasan bernilai puluhan juta euro. (Xinhua/Zhang Baihui)

Des Cars menjelaskan beberapa langkah untuk meningkatkan keamanan, termasuk memperkuat perlindungan perimeter dengan penghalang antikendaraan, memperluas dan memperbarui sistem pengawasan di seluruh kompleks museum, serta meminta Kementerian Dalam Negeri Prancis untuk mendirikan kantor polisi di dalam museum.

Sementara itu, dia membela rencana keamanan museum saat ini yang nilainya mencapai 80 juta euro (1 euro = Rp19.277), menolak laporan terbaru yang menyebut adanya "penundaan terus-menerus" dalam implementasi rencana tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan percepatan peningkatan keamanan Louvre dalam rapat kabinet pada Rabu.

Foto Museum Louvre diambil sebelum upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 di Prancis pada 26 Juli 2024 (Photo by Xia Yifang/POOL/Xinhua)

Museum tersebut dibuka kembali untuk pengunjung pada Rabu pagi waktu setempat, tiga hari setelah aksi pencurian perhiasan spektakuler itu. Perhiasan tersebut diperkirakan bernilai sekitar 88 juta euro.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.