Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berinovasi guna mengembangkan produk yang dihasilkan agar dapat naik kelas dari usaha kecil menjadi industri.
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Yedi Sabaryadi di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pelaku usaha dapat bersaing dengan adanya inovasi produk tersebut, sehingga usaha yang dilakoni dapat berkembang dan berlanjutan.
"Kami terus mendorong pelaku UKM berinovasi mengembangkan produk yang dihasilkan agar usaha maju dan naik kelas dari usaha kecil menjadi industri," katanya.
Pernyataan tersebut Yedi Sabaryadi sampaikan usai mendampingi pimpinan dan Komisi VII DPR RI meninjau usaha kecil menengah yang memproduksi sambal di Banda Aceh.
Selain inovasi dan pengembangan usaha, katanya, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian juga terus berupaya melahirkan wirausaha baru serta peningkatan daya saing pelaku usaha kecil dan menengah.
"Seperti usaha sambal ini merupakan binaan Kementerian Perindustrian. Usaha ini sudah berkembang dengan baik. Pengembangan usaha ini tentu tidak terlepas dari inovasi produk yang mereka lakukan," katanya.
Yedi mengatakan Kementerian Perindustrian tidak bisa bekerja sendiri dalam meningkatkan daya saing usaha dan serta menjadi pelaku usaha kecil dan menengah naik kelas menjadi industri.
Oleh karena itu, ia menambahkan dibutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dalam mengembangkan produk usaha kecil dan menengah agar terus dapat diterima pasar.
"Jadi, kuncinya harus tetap berkolaborasi. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Termasuk dukungan pemerintah daerah dalam melahirkan produk-produk baru pelaku usaha kecil menengah," katanya.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.