Pinggir Kali Cisadane Tangerang jadi Ruang Terbuka Hijau

Pinggir Kali Cisadane Tangerang jadi Ruang Terbuka Hijau

Sejumlah rumah di kawasan Karawaci, Banten, Tangerang yang berada di pinggiran Kali Cisadane terendam banjir akibat kiriman air dari Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4). (ANTARA/Lucky R.)

Tangerang (ANTARA News) - Pinggir Kali Cisadane yang saat ini sedang dilakukan penurapan oleh Pemkot Tangerang, Banten, nantinya setelah selesai akan ditata menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang, Ivan Yudhianto di Tangerang, Sabtu, mengatakan, rencana penataan kawasan pinggiran Kali Cisadane dilakukan pada semester kedua tahun 2015

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebar di empat titik dan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di empat kawasan. Adapun untuk RTH yakni Tugu Benteng, Air Mancur Meriam, Air Mancur Plaza Benteng Jaya dan Tribun di Taman Dadang Suprapto. Sedangkan untuk PJU, pembangunannya akan tersebar di Jalan Benteng Jaya dan juga Dadang Suprapto.

Sementara itu, untuk tempat ibadah terapung Musholla Al Ittihad yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Babakan, akan dilakukan mulai tahun depan. Musholla yang telah ada sejak tahun 1960-an tersebut menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga RW 02 Kelurahan Babakan dan sekitarnya. Beberapa waktu lalu akibat abrasi dari Kali Cisadane Musholla tersebut sempat longsor.

Kabid Sumber Daya Air, Taufik Syahzeni mengatakan, total panjang Kali Cisadane yang sedang dilakukan penurapan yakni 1.450 meter. Penurapan Kali Cisadane tersebut diharapkan mampu meminimalisir resiko bencana banjir di Wilayah Barat Kota Tangerang.

Selain itu, Pemkot Tangerang pada tahun ini juga akan melakukan penataan sempadan sungai berupa area publik taman khususnya di sekitar Jembatan Unis dan Jalan GJA Karawaci.

"Akhir tahun mudah-mudahan sudah kelar, sehingga masyarakat bisa menikmati keindahan Kali Cisadane sambil bermain di Taman yang telah dibangun Pemkot Tangerang," ujarnya.


Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Revitalisasi Monas, Pengamat sebut Jakarta krisis ruang terbuka hijau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar