Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket putri Amerika Serikat, Sue Bird, menilai Piala Dunia Bola Basket Putri lebih sulit dibandingkan Olimpiade.

Laman FIBA pada Senin melaporkan, duta Piala Dunia itu menyebut jalur kualifikasi dan format turnamen membuat persaingan menjadi lebih berat.

"Saya pikir, dalam bola basket FIBA, khususnya Piala Dunia putri, ajang itu tidak mendapat perhatian sebesar yang seharusnya," kata Bird.

Menurut dia, bila melihat proses kualifikasi, Piala Dunia jelas lebih sulit daripada Olimpiade, tetapi hal itu jarang dibicarakan orang.

Dia mengatakan peran duta FIBA memberinya kesempatan memahami lebih dalam struktur kompetisi internasional.

Baca juga: Wembanyama tegaskan komitmen bela Prancis

Dia menjalankan peran tersebut sejak 2 tahun lalu bersama legenda bola basket lain seperti Carmelo Anthony, Pau Gasol, dan Luis Scola.

Dia menyadari tahapan yang dilalui untuk bisa tampil dalam Piala Dunia FIBA sangat panjang dan ketat.

Sue Bird adalah mantan kapten tim nasional bola basket putri Amerika Serikat yang tahun ini masuk Naismith Memorial Basketball Hall of Fame.

Dia masuk jajaran legenda dunia bersama rekan satu almamater, Maya Moore, Sylvia Fowles, mantan bintang NBA Dwight Howard dan Carmelo Anthony.

Dia meraih lima medali emas Olimpiade dan tiga gelar juara dunia.

Baca juga: Leon Fertig jadi MVP FIBA 3x3 World Tour Abu Dhabi 2025

Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.