Seoul (ANTARA) - Produsen mobil terbesar di Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor mencatat penurunan dua digit dalam laba operasional kuartal ketiga (Q3) 2025 akibat dampak negatif dari penerapan tarif oleh Amerika Serikat (AS), ungkap perusahaan tersebut pada Kamis (30/10).
Laba operasional Hyundai turun 29,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 2,54 triliun won (1 won = Rp11,65) pada periode Juli-September.
Sementara itu, pendapatannya meningkat 8,8 persen menjadi 46,72 triliun won, tetapi laba bersih anjlok 20,5 persen menjadi 2,55 triliun won.
Penjualan yang kuat di AS dan Eropa serta nilai tukar yang menguntungkan, berkontribusi pada rekor pendapatan Q3 tertinggi, tetapi insentif yang lebih tinggi dan dampak tarif yang mulai terasa penuh membebani laba operasional.
Hyundai menjual 1.038.353 unit di seluruh dunia pada Q3, naik 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penjualan otomotif domestiknya naik 6,3 persen menjadi 180.558 unit. Sementara, penjualan di luar Korsel meningkat 1,9 persen menjadi 857.795 unit.
Penjualan global untuk model elektrifikasi, termasuk hibrida (hybrid), plug-in hibrida (plug-in hybrid), kendaraan listrik berbasis baterai, dan kendaraan listrik berbasis sel bahan bakar, melonjak 25 persen menjadi 252.343 unit pada Q3.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.