counter

TIm gabungan bergerak cari Aviastar jatuh

TIm gabungan bergerak cari Aviastar jatuh

Ilustrasi pesawat Trigana Air Service DHC-6 Twin Otter dengan nomor registrasi PK-YRF sebelum lepas landas dari Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua menuju Bandara Puncak Jaya, Papua, beberapa waktu lalu. Pesawat tersebut tertembak orang tidak dikenal di Bandara Mulia, Papua, Minggu (8/4), yang mengakibatkan seorang wartawan Harian Lokal Pasific Pos, Leron Kogoya, meninggal dunia dan empat orang lain luka-luka. (ANTARA FOTO/Chanry Andrew Suripatty)

... agar bisa berkomunikasi dengan jajaran TNI di Sulawesi Selatan khususnya Babinsa dan Kodim yang biasanya memiliki informasi akurat...
Makassar (ANTARA News) - Tim gabungan sudah mulai melakukan pencaharian pesawat DHC-6 Twin Otter nomor registrasi PK-BRM Aviastar yang hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Andi Djemma, Luwu Utara, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat.

Kabid Keamanan Angkutan Udara dan Kelaikudaraan Otoritas Bandara Wil V Makassar, Agus Sasongko, di kantor sekuriti Bandara Hasanuddin Makassar, jumat malam, akan memulai menyisir rute penerbangan pesawat tersebut.

"Kami telah menyiapkan peta untuk daerah yang menjadi rute penerbangan pesawat yang hilang kontak. Berdasarkan rute pesawat itu, kita akan mulai menyisir daerah-daerah yang dicurigai lokasi hilangnya pesawat," jelasnya.

Untuk melakukan pencaharian pesawat itu, pihaknya sengaja melibatkan sejumlah unsur mulai dari basarnas, Kodim, Babinsa, TNI dari seluruh angkatan termasuk dari masyarakat yang memiliki informasi untuk segera menghubungi crisis centre di Makassar.

Bagi masyarakat yang memiliki informasi dapat menghubungi Pusat Krisis Aviastar di nomor 021-8626789. Atau Pusat Krisis PT Angkasa Pura di nomor 0411-3656000. Atau menghubungi nomor 085391919178 atas nama Hary.

"Malam ini kita ada perkembangan. Kami sudah mulai bergerak dan berkoordinasi dengan komandan pangkalan udara TNI AU agar bisa berkomunikasi dengan jajaran TNI di Sulawesi Selatan khususnya Babinsa dan Kodim yang biasanya memiliki informasi akurat," jelasnya.

Terkait hilangnya kontak pesawat, dirinya mengaku salah satu kru pesawat sempat melaporkan terbang pada kecepatan 150 knot dan mengudara di ketinggian 8.000 kaki dari permukaan laut. 

Kru ini melapor dua kali ke ATC Makassar masing-masing pada pukul 14.33 WITA dan pukul 14.36 WITA. Pesawat tersebut terbang dengan kecepatan 150 knot, check point terakhir pada ketinggian 8 ribu kaki.

"Sesuai SOP, kami baru menyatakan alert tiga jam setelah pesawat hilang kontak. Pada pukul 16.30 WITA, kami menyatakan ada sesuatu," ujarnya.

Diketahui, pesawat jenis PK-BRM milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 dinakhodai Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi Soekris Winarto.

Adapun jumlah penumpang sebanyak tujuh orang yang terdiri dari lima orang dewasa dan dua orang bayi, antara lain : Nurul Fatimah. Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi ArQobi, M. Natsir, Afif (bayi), Raya (bayi).

Lion Air JT 610 angkut 189 penumpang dan awak pesawat

Pewarta: Abd Kadir
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar