Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Minggu malam menolak klaim bahwa serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dipicu oleh ancaman nuklir yang disebut akan segera terjadi.
Araghchi menyebut tuduhan tersebut sebagai “kebohongan keji” melalui pernyataannya di platform X. Ia menegaskan, klaim itu telah sepenuhnya dibantah oleh Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dan Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi.
“Iran tidak menghancurkan diplomasi. Mereka yang meledakkan meja perundinganlah yang melakukannya,” ujar Araghchi.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah menggelar lima putaran perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman mengenai program nuklir Teheran dan pencabutan sanksi AS.
Pertemuan keenam dijadwalkan sebelum Israel melancarkan serangan udara besar-besaran pada 13 Juni, yang menargetkan sejumlah wilayah di Iran, termasuk fasilitas nuklir dan militer.
Pada 22 Juni, pasukan AS juga melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, masing-masing di Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.