Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto tidak hanya menugaskan perseroan untuk menambah gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek, tetapi juga membenahi berbagai prasarana pendukung layanan.

“Termasuk semua. Jalur, sistem, keretanya, layanannya. Semua, Pak Presiden perintahkan ke kami, perbaiki,” kata Bobby menjawab pertanyaan media saat wawancara cegat (doorstop) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa.

Bobby juga memastikan bahwa rencana pembenahan tersebut mencakup revitalisasi peron di stasiun KRL Commuter Line Jabodetabek.

Saat ditanya apakah rencana penambahan 30 gerbong yang disampaikan kepada Presiden sudah termasuk kereta hasil pengadaan dari PT Industri Kereta Api (INKA) maupun dari perusahaan asal China, Bobby mengatakan bahwa hal ini berbeda dari pengadaan sebelumnya.

Baca juga: Prabowo minta PT KAI tak khawatir soal penyelesaian utang Whoosh

Terkait apakah nantinya pengadaan dilakukan seluruhnya melalui INKA, Bobby menambahkan bahwa hal itu masih akan dihitung lebih lanjut.

“Nanti hitung. Tadi kan Pak Presiden mintanya (target) setahun. Nanti kita hitung secara detail,” kata dia.

Sebelumnya, ketika menyampaikan kata sambutan peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Presiden Prabowo menyebut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin melaporkan kepada dirinya bahwa KAI membutuhkan anggaran Rp4,8 triliun untuk menambah rangkaian gerbong KRL.

Namun, Presiden kemudian menyatakan akan mengalokasikan anggaran sampai Rp5 triliun agar penambahan itu dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.