Selain Anis, ada juga Agus (39). Penyandang disabilitas netra (buta total) asal Jakarta Pusat yang mencoba peruntungan berkarier di bursa kerja yang sama.
Dia pernah bekerja di bidang telemarketing salah satu bank swasta di Jakarta dan terpaksa berhenti bekerja saat pandemi COVID-19 beberapa tahun silam.
Ini pengalaman pertamanya mengikuti bursa kerja khusus penyandang disabilitas. Ada harapan, mungkin dari sanalah dia bisa mendapat kerja, terlebih dia seorang yang berpengalaman.
Agus berkeliling dari satu stan ke stan lainnya, bertanya lowongan satu ke lowongan lainnya dan jenis disabilitas yang dibutuhkan pencari kerja. Apabila ternyata ada lowongan untuk disabilitas netra, ada petugas yang membantu Agus mengisi data-data yang diperlukan.
Seperti Anis, Agus juga mendapati sangat sedikit lowongan untuk tunanetra dan sebagian hanya untuk tunarungu dan tunadaksa. Hari itu, Agus menaruh dua lamaran bidang admin di dua perusahaan berbeda.
Bukan semata jumlah lowongan, pembatasan usia juga menjadi hambatan. Rata-rata lowongan menerima maksimal untuk usia di bawah 35 tahun.
Sementara terkadang penyandang disabilitas khususnya netra terlambat mengakses pendidikan dan kesempatan bekerja tak banyak.
Karena itu, Agus berharap ada perpanjangan batas usia maksimal pelamar khusus untuk penyandang disabilitas.
Selain Agus, ada dua pelamar lainnya, Fadli (21) dan Kanaya (21), yang menyandang disabilitas rungu. Keduanya masih menempuh pendidikan tinggi dan bersiap menapaki dunia kerja beberapa semester lagi.
Mereka ikut bursa kerja untuk mencari peluang magang selepas lulus kuliah nanti.
Fadli yang punya latar belakang pendidikan desain grafis tersenyum lebar karena bisa melamar di salah satu BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Sementara Kanaya yang menempuh pendidikan bidang desain mode mencari lowongan magang bidang admin dan barista.
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.