Makassar (ANTARA) - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta mengemukakan bahwa Indonesia memproyeksikan hilirisasi baterai kendaraan motor dan mobil dalam dua tahun ke depan.
"Jadi mungkin dalam dua tahun ke depan akan mulai ada hilirisasi baterai yang dihasilkan dari Indonesia sendiri, utamanya baterai berbasis nikel," ujarnya usai menghadiri pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Makassar, Rabu.
Dia menyebut pemerintah masih berupaya mendorong hilirisasi baterai, terbukti dengan hadirnya pabrik dari beberapa konsorsium yang sedang dalam proses pembangunan di Karawang dan juga beberapa konsorsium yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pada pameran otomotif terbesar di Indonesia ini juga digaungkan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan atau kendaraan listrik.
Baca juga: Pemprov Kaltim sambut pasar baterai kendaraan listrik
Menurut Setia Diarta, setiap gerai yang hadir pada pameran otomotif ini menampilkan kendaraan beremisi rendah, sekaligus menghadirkan edukasi terkait manfaat penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan.
"Jadi setiap kita yang datang, bisa melihat perkembangan dan kontribusi kendaraan yang dipamerkan terhadap emisi, perkembangan teknologi yang digunakan, jenis baterai, dan segala macam yang bisa kita interaksikan langsung," urainya.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyebut perkembangan teknologi kendaraan, khususnya pada kendaraan listrik dinilai sangat tepat bagi masyarakat di Sulawesi Selatan, karena produksi listrik berlebih di daerah ini.
Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.