New York City (ANTARA) - Sejumlah media Amerika Serikat (AS) pada Selasa (4/11) malam waktu setempat memproyeksikan bahwa kandidat dari Partai Demokrat Zohran Mamdani akan meraih kemenangan dalam pemilihan wali kota New York City, dan menjadi wali kota Muslim pertama di kota berpenduduk terbanyak di AS tersebut.
Hingga Selasa pukul 22.45 Eastern Time, atau Rabu (5/11) pukul 10.45 WIB, Mamdani telah mengantongi sekitar 50,4 persen suara, sementara mantan gubernur New York Andrew Cuomo, yang mencalonkan diri sebagai calon independen, memperoleh 41,6 persen suara, dan Curtis Sliwa dari Partai Republik hanya memperoleh 7,1 persen suara, menurut estimasi media.
Mamdani, yang lahir di Uganda, saat ini menjabat sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York dan akan mulai menjabat pada 1 Januari 2026.
Pria berusia 34 tahun tersebut, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang sosialis demokratis, menjalankan kampanye yang difokuskan untuk menjadikan New York City sebagai kota yang lebih terjangkau, mendapat dukungan dari puluhan ribu pemilih muda dalam prosesnya.
Platform kampanyenya meliputi membekukan tarif sewa bagi semua penyewa di apartemen yang diatur pemerintah (rent-stabilized apartments), menyediakan layanan penitipan anak dan bus gratis, meningkatkan perumahan dengan subsidi publik, dan meningkatkan pajak bagi para individu terkaya dan badan-badan usaha.
Pada Juni, Mamdani mengejutkan masyarakat AS dengan mengalahkan Cuomo, gubernur yang telah menjabat selama tiga periode, dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Hal ini memicu kehebohan di seluruh negeri.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.