Jakarta (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia menilai tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak enam kali pada masa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengindikasikan pasar cenderung menyukai kebijakan pro-pertumbuhan.

“Waktu Purbaya menjadi Menteri Keuangan, kita enam kali all time high, sementara dari Januari sampai September hanya satu kali. Ini menarik, jadi fenomena ternyata orang suka yang pro-growth,” kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam “Economic Outlook: Tahun 2026, Tahun Ekspansi” di Jakarta, Rabu.

Menurut Iman, persepsi pasar terhadap kebijakan pemerintah saat ini cenderung positif.

Bila ditinjau dari sisi suplai, Iman melihat adanya tren menarik pada perilaku investor asing.

Baca juga: Danantara berencana kuasai minimal 30 persen saham di tiap proyek WTE

Secara tahun berjalan (year-to-date/ytd), tercatat net sell asing sebesar Rp41,8 triliun yang mengindikasikan penjualan asing masih lebih tinggi dibandingkan dengan pembelian. Namun, pada Oktober 2025, posisi asing berbalik menjadi net buy sebesar Rp12,9 triliun yang menunjukkan tren perbaikan.

Jumlah investor asing serta nilai aset yang mereka kelola pun dikatakan meningkat dalam empat tahun terakhir, meski ia tidak merinci nilainya.

Namun, dengan aktivitas jual-beli yang masih aktif, Iman berpendapat pandangan yang menilai Indonesia tidak lagi menarik bagi investor asing kurang tepat.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.