Sao Paulo (ANTARA) - Pemerintah Brasil pada Selasa (4/11) menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan konflik baru di Amerika Latin, menyusul upaya-upaya Amerika Serikat (AS) untuk mengklasifikasikan perdagangan narkoba sebagai salah satu bentuk terorisme.

Penasihat utama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Celso Amorim mengatakan kepada media lokal bahwa dunia sedang menghadapi momen "kekacauan total" yang didorong oleh penggunaan label yang dipromosikan AS yang dapat membenarkan aksi militer.

Amorim menyoroti strategi terbaru Washington dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga merupakan kapal penyelundup narkoba di Amerika Latin dan melabeli kelompok kejahatan terorganisasi sebagai organisasi teroris.

"Pemisahan antara 'narkoterorisme' dan label-label lain ini mungkin membenarkan serangan militer yang kalau tidak (dilabeli), tidak akan terjadi. Semua ini sangat mengkhawatirkan," kata Amorim.

Menurut dia, masalahnya bukan hanya sebatas perdagangan, mengacu pada negosiasi yang sedang berlangsung mengenai tarif 50 persen yang diberlakukan AS terhadap produk-produk Brasil.

Meskipun terdapat ketegangan, Amorim mengatakan Brasil tetap menjadi negara demokrasi yang stabil dan mitra yang sangat diperlukan bagi masyarakat internasional di dunia yang sangat membutuhkan kabar baik.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.