...Sekolah-sekolah tersebut tidak melakukan KBM karena fokus melakukan pembersihan secara gotong royong
Bima, NTB (ANTARA) - Tiga sekolah di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah dipenuhi lumpur akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (5/11).
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, Faturrahman, mengatakan tiga sekolah yang terdampak yakni SDN Monggo, TK Negeri Pembina Monggo, dan MIS Yasin Monggo. Ketiga satuan pendidikan itu tidak dapat beraktivitas karena seluruh ruang belajar tertutup lumpur dan sedimen tebal pasca-banjir.
"Sekolah-sekolah tersebut tidak melakukan KBM karena fokus melakukan pembersihan secara gotong royong," ujarnya kepada ANTARA di Bima, Kamis.
Ia menambahkan, sejauh ini tidak ada laporan kerusakan berat pada bangunan sekolah, namun seluruh area sekolah dipenuhi lumpur sehingga perlu pembersihan menyeluruh sebelum aktivitas belajar dapat dimulai kembali.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda, menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta aparat kecamatan bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan pembersihan di lokasi terdampak.
Baca juga: Ribuan warga terdampak banjir di Bima
"Tim gabungan juga membantu pembersihan di sekolah dan fasilitas umum lainnya agar bisa segera difungsikan kembali," katanya.
Selain itu, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima turut melakukan pemeriksaan terhadap warga terdampak untuk mencegah potensi penyakit pasca-banjir, seperti infeksi kulit dan diare.
BPBD Kabupaten Bima mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah NTB diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Gubernur NTB mendorong mitigasi jangka panjang cegah banjir Bima
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Bima, banjir dengan ketinggian air antara 30 hingga 125 sentimeter tersebut berdampak terhadap 1.122 rumah atau 3.584 jiwa di dua desa, yakni Monggo dan Ncandi. Banjir juga menyebabkan satu unit rumah roboh, merendam kantor Desa Ncandi, Puskesmas Pembantu (Pustu Monggo), Musholla Al Ikhlas, serta sekitar satu hektare lahan jagung milik warga.
Baca juga: Kemendagri minta kepala daerah waspada, jangan ada warga dekat DAS
Pewarta: Nur Imansyah, Ady Ardiansah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.