Seoul (ANTARA) - Jumlah pernikahan antara warga Korea Selatan dan pasangan berkebangsaan asing naik 5 persen menjadi 21.450 pernikahan pada 2024, menurut data Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan, Selasa (5/11).
Kenaikan itu terjadi setelah lonjakan 25,1 persen pada 2022 dan 17,2 persen pada 2023.
Kenaikan ini didorong oleh tingginya jumlah pernikahan antara pria Korsel dan wanita berkebangsaan asing, menurut data kantor statistik yang dirilis Kamis (6/11).
Dari seluruh pernikahan pada 2024, pernikahan internasional menyumbang 9,6 persen, turun satu poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Pasangan pria Korsel dan wanita asing mencakup 71,2 persen dari total pernikahan multikultural. Sementara itu, pasangan dengan suami asing dan istri asal Korsel mencapai 18,2 persen, serta pasangan naturalisasi sebesar 10,6 persen.
Rata-rata usia mempelai pria dalam pernikahan transnasional tercatat 37,1 tahun, sedangkan pengantin wanita berusia 29,7 tahun.
Dari pengantin wanita asing dan naturalisasi yang menikah dengan pria Korsel, 26,8 persen berasal dari Vietnam, 15,9 persen dari China, dan 10 persen dari Thailand.
Pria asal Amerika Serikat mencakup 7 persen dari total mempelai pria asing dan naturalisasi, disusul pria asal China dengan 6 persen serta asal Vietnam dengan 3,6 persen.
Angka perceraian di kalangan pasangan multikultural turun 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 7.992 kasus pada 2024.
Sementara itu, jumlah bayi lahir dari pasangan internasional naik 10,4 persen menjadi 13.416 pada 2024, menandai pertumbuhan pertama sejak 2012.
Angka tersebut setara dengan 5,6 persen dari total bayi yang lahir di Korea Selatan tahun lalu, naik 0,3 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.