Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melakukan penyesuaian skema pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih guna mempercepat pembangunan dan operasionalisasi 80.000 koperasi di seluruh wilayah di Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menjelaskan skema pembiayaan yang semula dilakukan langsung oleh bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berdasarkan proposal yang diajukan oleh koperasi, kini dialihkan menjadi pembiayaan investasi capital expenditure (capex) senilai Rp2,5 miliar dari total plafon Rp3 miliar per unit koperasi.

“Investasi capex ini mencakup pembangunan fisik seperti gerai, gudang, serta kelengkapan operasional seperti kendaraan truk, motor, dan alat produksi, termasuk juga fasilitas usaha seperti klinik dan apotek agar operasional koperasi berjalan efektif,” ucap Zabadi dalam temu media di Jakarta, Jumat.

Adapun, sisa Rp500 juta dari plafon tersebut dialokasikan untuk biaya operasional (opex) sebagai modal kerja koperasi.

Baca juga: Menkop: 7.923 titik kopdes sudah mulai dibangun gudang dan gerai

Zabadi menambahkan pembangunan infrastruktur Kopdes/Kel Merah Putih dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dan didukung oleh TNI.

Infrastruktur yang dibangun terdiri dari tujuh gerai wajib, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang penyimpanan dingin (cold storage), dan sarana logistik, termasuk gudang.

Namun, Zabadi menyatakan bahwa detail skema pembiayaan pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih masih menunggu finalisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang baru.

“Kami sedang fokus pada pembangunan capex, yaitu infrastrukturnya,” ucapnya.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.