Yangon (ANTARA) - Myanmar menjadi tuan rumah pertemuan ke-49 Asosiasi Pelabuhan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Yangon pada Kamis (6/11), demikian dilaporkan harian milik negara, Alinn, Jumat (7/11).

Dalam pidatonya di acara tersebut, Menteri Transportasi dan Komunikasi Myanmar U Mya Tun Oo mengatakan bahwa negara tersebut merasa sangat terhormat dan senang dapat menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.

Dia mengatakan bahwa pertemuan tersebut mengusung tema "Berlayar Bersama, Berkelanjutan Selamanya" (Navigating Together, Sustainable Forever) dari Asosiasi Pelabuhan ASEAN.

Tema tersebut sejalan dengan moto ASEAN "Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas" (One Vision, One Identity, One Community), untuk bekerja sama menuju kemakmuran bersama dan pembangunan berkelanjutan jangka panjang di dalam komunitas pelabuhan ASEAN.

Menteri tersebut mengatakan bahwa pelabuhan memainkan peran krusial sebagai mesin penggerak utama dalam perkembangan ekonomi kawasan ASEAN.

Selain itu, dia menambahkan bahwa negara-negara anggota telah menerapkan inisiatif transformasi digital, inovasi, dekarbonisasi, dan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan konektivitas dan kinerja pelabuhan-pelabuhan di kawasan tersebut.

Asosiasi Pelabuhan ASEAN didirikan pada 1974, dan Myanmar menjadi anggota pada 2005. Asosiasi itu mencakup sembilan negara anggota, yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.