Cirebon (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady meminta pemerintah daerah (pemda) memberikan perhatian lebih terhadap nasib petambak garam di wilayah Cirebon, Jabar, yang selama ini berperan penting dalam mendukung target swasembada garam nasional.
Daddy saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat, mengatakan sejumlah kebijakan konkret perlu segera diterapkan agar kesejahteraan petambak garam meningkat dan produksi garam rakyat tetap berkelanjutan.
Ia mengatakan salah satu hal yang bisa diterapkan adalah dengan memberikan perlakuan setara antara petambak garam dan petani padi.
“Kalau petani padi bisa mendapatkan asuransi, mestinya petani garam juga bisa memperoleh perlindungan serupa,” katanya.
Baca juga: Zulhas pastikan impor garam berhenti di 2027
Ia menjelaskan profesi petambak garam memiliki tingkat risiko tinggi, terutama akibat ketergantungan pada cuaca. Saat musim hujan misalnya, produksi garam seringkali terganggu.
Dengan adanya skema asuransi, lanjut dia, para petambak dapat terlindungi dari risiko gagal panen dan tetap memiliki jaminan ekonomi saat produksi terhenti.
Daddy pun mendorong pemda, untuk membuka jalur pemasaran yang lebih luas agar hasil produksi garam rakyat bisa mendapatkan harga menjanjikan.
“Akses pasar untuk petambak garam di Cirebon harus dibuka seluas-luasnya,” katanya.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.