Beijing (ANTARA) - China akan terus menyumbangkan kebijaksanaannya bagi pembangunan, keamanan, pemerintahan, dan peradaban global dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), memastikan bahwa hasil modernisasi akan menguntungkan rakyat semua negara secara lebih adil, menurut laporan lembaga pemikir yang dirilis pada Jumat (7/11).
Laporan yang berjudul "Tahap Kritis Menuju Terwujudnya Modernisasi China Secara Fundamental -- Cetak Biru Strategis Pembangunan Ekonomi dan Sosial China pada Periode Rencana Lima Tahun ke-15 (The Critical Stage toward Basically Realizing Chinese Modernization -- Strategic Blueprint for China's Economic and Social Development in the 15th Five-Year Plan Period)," dirilis bersama oleh wadah pemikir tingkat tinggi nasional China, Institut Pusat Sejarah dan Literatur Partai, dan Kantor Berita Xinhua.
Dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), China akan terus mengimplementasikan filosofi pembangunan baru dan membiarkannya menggerakkan semua reformasi dan pembangunan, sehingga dapat mempercepat terbentuknya pola pembangunan baru, ungkap laporan tersebut.
China juga akan memperkuat industri pilar yang sedang berkembang (emerging) dan mempercepat pertumbuhan klaster industri emerging strategis, sebuah langkah yang akan membuka pasar senilai beberapa triliun yuan, menurut laporan itu.
Di luar sektor industri emerging, sebuah inisiatif untuk memperluas dan meningkatkan industri jasa dirancang untuk membentuk kembali dan meningkatkan lanskap ekonomi dengan lebih cepat serta menciptakan ruang baru untuk ekspansi ekonomi, kata laporan tersebut.
Laporan itu menambahkan bahwa China akan memperkuat perencanaan infrastruktur dan mengembangkan fasilitas berorientasi masa depan yang tepat untuk membangun sistem infrastruktur yang saling terhubung, sinergis, aman, dan efisien dalam periode lima tahun ke depan, demikian warta Xinhua.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.