Banyumas (ANTARA) - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menilai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) RM Margono Djojohadikusumo layak dianugerahi gelar pahlawan nasional atas jasanya menegakkan kedaulatan ekonomi bangsa melalui uang Republik Indonesia.
"Pak Margono adalah Bapak Oeang Republik Indonesia. Beliau pendiri BNI yang saat awal berdirinya berfungsi sebagai bank sentral dan mengeluarkan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai simbol kedaulatan bangsa," kata Qodari di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.
M Qodari bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sempat berziarah ke makam RM Margono Djojohadikusumo di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu sore.
Menurut dia, keberadaan ORI yang diterbitkan oleh BNI merupakan salah satu penanda berdirinya Republik Indonesia di tengah masih beredarnya mata uang asing pascakemerdekaan.
Baca juga: Paguyuban Serulingmas usulkan kakek Prabowo menjadi Pahlawan Nasional
"Ketika uang Jepang dan Belanda masih beredar, Margono berinisiatif menghadirkan Oeang Republik Indonesia. Itu bukti nyata kedaulatan ekonomi bangsa," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan jasa Margono tidak hanya dalam bidang moneter, juga dalam penguatan ekonomi rakyat.
Menurut dia, Margono diketahui pernah menjabat Kepala Jawatan Koperasi dan mendorong tumbuhnya gerakan koperasi di tanah air.
"Kalau sekarang Presiden Prabowo Subianto menggerakkan koperasi rakyat, akar semangat itu sudah ada sejak kakeknya, Margono Djojohadikusumo," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.