Bangunan "Jambo Sira" yang menghitam akibat pembakaran, menjadi saksi betapa kerasnya semangat Azhar bersama rekan lainnya berjuang merawat tradisi menghasilkan butiran kristal berwarna putih yang amat dibutuhkan, baik untuk rumah tangga maupun untuk

Petani garam di Aceh Besar itu berkeyakinan, jika sarana yang ada ada diperbaharui akan mampu meningkatkan produksi dan memenuhi permintaan garam di seluruh Aceh.

Azhar dan petani garam yang ada di Lam Ujong khususnya dan di sentra garam umumnya berkomitmen mendukung program pemerintah swasembada garam. Komitmen itu diperkuat lewat regulasi Perpres 126/2022 tentang Percepatan Pembangunan Industri Garam Nasional guna menghentikan impor garam pada 2027.

Target tersebut bukan sekadar angka, tetapi simbol kemandirian bangsa maritim.

Produksi garam

Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh menyebutkan produksi garam di provinsi ujung barat Indonesia itu dari Januari hingga Agustus 2025 mencapai 9,44 juta kilogram dari target produksi tahun itu 10,7 juta kilogram.

Produksi garam tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan.

Petani Garam di sentra garam Gampong Lam Ujong memperlihatkan garam yang diproduksi, Minggu (9/11) (ANTARA/M.Ifdhal)

Dari total produksi garam tersebut, yang terbanyak dari Kabupaten Pidie mencapai 4,26 juta kilogram, terdiri 3,78 juta kilogram garam rebus dan 484 ribu kilogram garam jemur.

Disusul Kabupaten Bireuen dengan produksi mencapai 1,92 juta kilogram terdiri 1,82 juta kilogram garam rebus dan 100,7 ribu garam jemur; Kabupaten Pidie Jaya dengan produksi sebanyak 1,23 juta kilogram terdiri 1,22 juta garam rebus dan 12,8 ribu kilogram garam jemur; Kabupaten Aceh Besar dengan produksi 1,05 juta kilogram, terdiri 1 juta kilogram garam rebus dan 47 ribu garam jemur; Kabupaten Aceh Utara dengan produksi 748,4 ribu kilogram, terdiri 702 ribu kilogram garam rebus dam 46 ribu garam jemur; Kabupaten Aceh Timur dengan produksi sebanyak 89.450 kilogram terdiri 83.500 kilogram garam rebus dan 5.950 kilogram garam jemur; Kabupaten Aceh Selatan dengan produksi sebanyak 56.629 kilogram terdiri 49.129 kilogram garam rebus dan 7.500 kilogram garam jemur; Kabupaten Aceh Barat Daya dengan produksi 62.980 kilogram dan semuanya garam rebus.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Aceh Aliman mengatakan kebutuhan garam secara keseluruhan di Provinsi Aceh setiap tahunnya mencapai 46 juta kilogram. Dari 46 juta kilogram tersebut, terdiri 36 juta kilogram untuk industri dan 10 juta kilogram untuk konsumsi rumah tangga.

Bangunan "Jambo Sira" yang menghitam akibat pembakaran, menjadi saksi betapa kerasnya semangat Azhar bersama rekan lainnya berjuang merawat tradisi menghasilkan butiran kristal berwarna putih yang amat dibutuhkan, baik untuk rumah tangga maupun untuk industri.

Baca juga: Akademisi: Aceh berpotensi jadi ladang garam Indonesia

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.