Ketika mewancarai Gorbachev, Juli 1987 tersebut, Diah tidak mengajukan pertanyaan provokatif yang mendorong superioritas Uni Soviet atas Amerika Serikat dalam Perang Dingin, melainkan mendorong jalan keluar lahirnya kesepakatan yang sempat beberapa k

Nol Berganda

Dalam wawancara yang menghebohkan – dan bahkan kemudian mengubah peta politik dunia – itu, BM Diah mengajukan berbagai pertanyaan, di antaranya tentang Perang Dingin senjata nuklir.

Gorbachev – tokoh pembaruan Uni Soviet, yang terkenal dengan ucapannya Glasnost-Perestroika – menyatakan Uni Soviet bersedia bertemu Presiden AS, Ronald Reagan, membahas pemusnahan rudal-rudal jarak sedang di Eropa dan Asia.

Gorbachev menawarkan konsep global double zero option, yakni Soviet bersedia memusnahkan senjata-senjata nuklir di berbagai negara, sebaliknya Amerika harus melakukan hal sama, memusnahkan senjata nuklirnya di Eropa.

Hasil wawancara itulah, yang kemudian direspons positif para pemimpin dunia. Mereka mendorong Gorbachev dan Ronald Reagan segera bertemu.

Enam bulan setelah wawancara BM Diah, Gorbachev dan Ronald Reagan bertemu dan menandatangani perjanjian pemusnahan senjata nuklir jarak pendek dan menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty di Gedung Putih, Washington, 8 Desember 1987. Perjanjian itu mulai berlaku pada Juni 1988.

INF adalah perjanjian tahun yang menghapuskan semua rudal balistik dan jelajah berbasis darat dengan jarak 500 hingga 5.500 kilometer.

Setelah penandatanganan, Soviet memusnahkan sekitar 1.500 rudal jarak menengah dari Eropa. Sedangkan AS memusnahkan sekitar 750 rudal balistik jarak menengah.

Dengan perjanjian itu, dunia memasuki gerbang damai, bebas dari ancaman senjata nuklir. Perang Dingin Blok Barat dengan Blok Timur pun berproses menuju akhir.

Atas kebijakannya menghentikan Perang Dingin dan mewujudkan perdamaian dunia, Gorbachev mendapat penghargaan Nobel Perdamaian pada 15 Oktober 1990 di Oslo, Norwegia.

Baca juga: Antara doeloe : Herawati Diah buat kagum harian "The Guardian" London

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.